Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
DevilLea
  • WpView
    Reads 236
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 3, 2019
Ternyata lebih sulit untuk bercerita, dari pada pura - pura bahagia. Selama ini tak pernah ada seorangpun yang bisa mengerti bagaimana perasaannya. Hingga pada suatu ketika semua sifat itu hilang, musnah, sirna, bagai ditelan bumi. Disaat remaja seusianya menjalani hidup dengan nyaman, tenang, tanpa memikirkan sesuatu yang mengerikan, berbeda dengannya. Memulai kehidupan baru menjadi jalan satu - satunya untuk bisa terbebas dari jeratan berbagai masalah. Namun semua itu telah kembali sirna karena suatu hal Awalnya memang tak pernah menemukan titik temu. Hingga pada akhirnya masih ada manusia berhati mulia yang bersedia mengulurkan tangannya untuk membantunya kembali bangkit.
All Rights Reserved
#174
lea
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Let Me Love You Longer
  • FIZYA
  • Nayara [ TERBIT ]
  • cerita diatas kanvas
  • Berbahagialah Dengan Rumah Barumu
  • Waktu?
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines