24/3
  • WpView
    Reads 399
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 20, 2019
" Kenzo" sapa Niken saat mereka berpapasan menuju kantin sekolah. " Hmm apa? " balas Kenzo tertarik. " kamu suka aku ? " tanya Niken bercanda, namun terlihat penuh selidik. " Iya kenapa? " jawab Kenzo dengan tenang. " Gapapa nanya aja. Bye. " Semua orang hidup dengan alur yang berbeda, begitupun aku, kamu, dan mereka. Jangan buat hidupmu jadi monoton, setidaknya selipkan sedikit kesalahan dan kelucuan di dalamnya. Kuceritakan pada kalian bagaimana aku selama 24 jam penuh dari 3 tahunku menjadi murid SMA, dimana ada cinta, pertemanan, dan kelabilan.
All Rights Reserved
#90
jovan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • ZIELIA
  • Bawa Aku Pulang (End)
  • No Longer Mate
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • ANTARA KITA DAN CERITA
  • It HURTS
  • MAHEZENA [END]
  • Kelas A [End]

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines