24/3
  • WpView
    Reads 401
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 20, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
" Kenzo" sapa Niken saat mereka berpapasan menuju kantin sekolah. " Hmm apa? " balas Kenzo tertarik. " kamu suka aku ? " tanya Niken bercanda, namun terlihat penuh selidik. " Iya kenapa? " jawab Kenzo dengan tenang. " Gapapa nanya aja. Bye. " Semua orang hidup dengan alur yang berbeda, begitupun aku, kamu, dan mereka. Jangan buat hidupmu jadi monoton, setidaknya selipkan sedikit kesalahan dan kelucuan di dalamnya. Kuceritakan pada kalian bagaimana aku selama 24 jam penuh dari 3 tahunku menjadi murid SMA, dimana ada cinta, pertemanan, dan kelabilan.
All Rights Reserved
#15
niken
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bawa Aku Pulang (End)
  • It HURTS
  • No Longer Mate
  • ANTARA KITA DAN CERITA
  • Yang Dicari
  • You Are My Destiny
  • Stupid Cupid
  • ZIELIA
  • Destiny.
  • DEVIAN [END]

By a True Story Tentang dua anak muda yang menghabiskan waktunya bersama di masa putih abu-abu. -- Ponselku bergetar. Layarnya menyala terang. Nama Widya muncul di sana. "Za. Belum tidur?" Tanyanya dalam pesan itu. Aku melirik jam yang terdapat di sudut kanan atas layar ponsel, mendapati kini sudah jam dua pagi. "Belum, kenapa, Wid?" Aku bertanya balik. "Temenin gue teleponan dong! Gue enggak bisa tidur, nih." Sebenarnya, walau berada di kamar, aku sedang sibuk bekerja dengan komputerku. Namun, sejak mengenalnya delapan tahun lalu, aku selalu saja tidak bisa menolak permintaannya. "Oke." Balasku singkat sebelum akhirnya ponselku berbunyi, ada telepon masuk darinya. "Masih kerja?" Terdengar suaranya di sebrang sana. "Udah selesai, kok." Aku terpaksa berbohong. Padahal, aku mengesampingkan pekerjaanku untuknya. "Kenapa? Kok susah tidur? Emangnya mikirin apaan?" "Enggak tau, nih. Akhir-akhir ini, rasanya susah banget tidur cepet." "Lu kebanyakan tidur siang kali? "Bisa jadi, sih. Soalnya gue tidur bangunnya agak siang. Hahaha. Omong-omong, gue ganggu, enggak?" "Ganggu? Enggak, kok." "Emang lu lagi di mana, Za?" Tanyanya. "Di kulkas." "Hahaha." Ia tertawa. Aku selalu suka mendengar tawanya. "Serius ih! Lu lagi di mana?" "Di rumah, Wid. Kenapa, sih?" "Gapapa, nanya aja." Balasnya. "Oh iya, selain kerja, lu sibuk apa lagi deh akhir-akhir ini, Za?" Tanyanya padaku. Entah apa jawabanku atas pertanyaan itu. Yang jelas, aku bicara dengannya cukup lama. Mulai dari membicarakan soal kesibukan selain pekerjaan, sampai akhirnya membicarakan masa-masa SMA, dulu. Iya, Widya adalah temanku saat masih SMA. Aku mengenalnya sejak delapan tahun lalu. Aku ingat bagaimana aku mulai mengenalnya waktu itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines