M A N I S

M A N I S

  • WpView
    Reads 1,850
  • WpVote
    Votes 486
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 20, 2019
Manis, gadis yang bersahabat dengan sifat bawel, cerewet dan tidak bisa diam bahkan didepan orang baru sekalipun, ntahlah kenapa? Tidak tau deh ... setelah bertemu teman kecilnya "AKSA" dan masuk ke dalam hidupnya lagi, mungkin bawel dan cerewetnya akan overdosis (?) Maybe? juga berubah jika Aksa meninggalkannya lagi. "Oke gue bakal jadi orang asing buat lo" "Oke jangan ngedeketin Manis lagi" "Oke jangan harap gue kembali" "..."
All Rights Reserved
#230
change
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • ZIELIA
  • Manja, Jangan Pergi! [Slow Update]
  • LOVE STORY QIANARRA
  • GHAVARI
  • FLASHBACK [COMPLETED]
  • A true friend? || Balas Dendam?
  • SKALA (Reana) COMPLETED
  • Choose Me or She?
  • DLS [ 2 ] Ansellina

Sekolah. Sekedar ladel atau judul untuk bangunan yang menjulang tinggi yang menerima ratusan remaja yang katanya menuntut ilmu pendidikan. Apa itu sekolah? Yang ia tahu tempat ini adalah jelmaan neraka atau versi terbaru, kecilnya. "Lo!!! Benar-benar licik!!" Teriakan itu meledak ke udara penuh emosi yang tidak bisa di jelaskan. "Hahahaha." Tertawa menggema, palsu, dan nyaring. Tangan terangkat menghapus jejak air mata gaib, padahal tidak ada air mata yang turun dari netra cokelatnya, mata itu kering tangis itu hanya sandiwara. Tawanya padam secepat kilat, seketika wajah itu berubah serius, seolah tidak pernah mengenal tawa. "Thanks for the praising to me." Wajah yang tadinya tertawa ceria langsung tergantikan dengan wajah yang berubah dingin, bahkan aura mengintimidasi mencekam lawan. "Gue nggak suka basa-basi," katanya pelan tapi menusuk. "Keluar dari sekolah ini dan point nilai lo untuk gue! Atau......." Senyumnya miring dan beracun terukir. "Scandal lo gue sebar," tersenyum smirk. Menatap wajah gadis di depannya yang sudah pucat. "Lo ngancem gue??" Sebisa mungkin siswi bernama Velena itu terlihat berani. Ia tidak mau kelihatan takut di depan gadis dengan tai lalat di ujung mata kanannya itu. "No!" "Hanya memberikan saran," ujarnya santai." Saran gue ini bagus, nyelametin lo dari rasa malu, kedepannya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines