Before The Dawn

Before The Dawn

  • WpView
    Lectures 145
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., avr. 17, 2019
WpInfo
Fanfiction
Jung Dera, gadis manis berdarah Korea-Prancis ini sedang menganalisis kaitan teknologi dengan pemerintahan di Seoul untuk skripsinya. Namun, semakin dalam mencari tau, ia mendapat fakta yang lebih besar dari dugaannya. Dari sinilah berawal, saat ia dipertemukan dengan lelaki berpawakan tegap dan bengis di sekitar sel tahanan yang telah terbakar habis. Semenjak itu, Dera mendapat beberapa fakta yang dikirimkan seseorang menyangkut konspirasi tersebut. Sebuah tempat beserta warganya yang telah lama disembunyikan pemerintah, diasingkan, dan dibuang layaknya sebuah sampah. Nightmare, sebut saja seperti itu. Warga Nightmare terdiri dari beberapa faksi. Faksi tersebut membuktikan bahwa Nightmare adalah daerah mimpi buruk yang lebih baik daripada Seoul. Namun, Nightmare tetaplah mimpi buruk dan semua orang tidak akan berharap menjadi bagiannya. "Selamat datang dan selamat mencari tau tentang Nightmare, Dera." -Jevon *** Ini bukan sekedar kisah cinta, ini tentang bagaimana kau memaknai pengorbanan dalam sebuah cinta. Copyright©2019 by viloeyy
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • It's Always Been You✔️
  • Save Me • NoHyuck •
  • Vampire detective [Got7_Blackpink] END
  • Awakening Oasis: Falling Again
  • Past Ending || OC x Jeon Wonwoo x Choi Seungcheol
  • Snowy Miracle (✔) [PROSES PENERBITAN]
  • High School Soldier X Reader

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu