Still With You

Still With You

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 2, 2021
Kita harus merelakan suatu hal yang berharga untuk kebaikan sendiri. Tapi, jika merelakan hal itu justru menyakiti kita, Haruskah kita merelakannya? Harus. Akankah itu menjadi jawaban yang terbaik atau malah terburuk? - Still With You - by eLLe Seluruh hak cipta dilindungi oleh undang-undang.
All Rights Reserved
#8
sherin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unfinished Goodbye
  • The Other Side [Telah Difilmkan & Diterbitkan]
  • Gone(✔)🔚
  • {LOVE ENDS HAPPILY}
  • Love Is Blind (✓)
  • Do YOU love ME? [EDITING]
  • Di Balik Layar [Completed]
  • Tentang Rindu [Sudah Diterbitkan]
  • Farellio's [SELESAI]
  • Semua Tentang Kita (STK) ✔️

[Tahap revisi] "Karena mencintai tanpa dicintai kembali itu menyakitkan." Pernah mencintai sebegitunya hingga tak sadar bahwa kamu layak juga untuk dicintai, memperjuangkan orang yang entah hatinya untuk siapa, terus menunggu hingga kamu tak mengerti bagaimana rasanya ditunggu. Mengabaikan banyak orang demi satu hati yang kamu jaga dengan mati-matian. Keadaan memaksa kamu untuk berhenti berjuang dan mencoba melepaskan. Tetapi nyatanya hatimu enggan untuk merelakan. Meski terkadang dihantam lelah kamu tetap saja berjuang untuknya, meski kamu sadar, untukmu; dia tak pernah punya cinta. © Riyan Sekar, 2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines