Ex Boyfriend

Ex Boyfriend

  • WpView
    Reads 396
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 15, 2020
18+/21+ "Tega banget ya lo, ngelakuin hal 'menjijikan' kayak gini ke gue?" ucap wanita yang bernama Freya dengan tersedu. "Terserah. Yang pasti, aku tunggu kabar baik dari kamu. Biarkan benihku tumbuh di rahim kamu, sayang," kata seorang pria tampan bernama Aldi. "Tolol!!" Aldi menggeram kesal, "Tapi, orang yang kamu sebut tolol ini cinta mati sama kamu." "Bangsat lo. Cinta itu ngejaga, bukan ngerusak. Lo itu cuma terobsesi sama gue," Freya bergegas meninggalkan tempat tersebut. "AKAN AKU PASTIIN, KAMU BAKALAN CINTA LAGI SAMA AKU. AKU JUGA YAKIN, ANAK KITA AKAN SEGERA HADIR DI RAHIM KAMU!!! ARRGGGHHH!!!" teriak Aldi yang masih bisa didengar oleh Freya yang telah menjauh.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hasrat Terpendam
  • MY DIAMOND LADY (COMPLETED)
  • The Younger Brother
  • R2•
  • Commissar, I Love You ✔
  • Fake Love (On going)
  • Friend Zone ! [END]
  • Numbness (selesai)

Beberapa kali abel mengubah posisi tidur agar bisa memejamkan mata, tapi percuma semakin berusaha rileks malah semakin tak bisa tidur. Abel berusaha menarik nafas, kemudian menghembuskan kembali dengan pikiran yang terus berkecamuk di dalam pikirannya. Abel meraba perutnya sambil mengelus lembut. Tak terbayang apa yang sudah terjadi dua bulan lalu bersama Alex masih terus membayanginya. Masa dimana segalanya dimulai. "Ini surat tugas dari pak Leo, kita akan berangkat ke Bali pagi-pagi sekali!" Alex meletakkan surat di meja kerja tanpa menghiraukan reaksi ku saat itu. Alex berlalu pergi. Saat kubuka surat tugas tercantum namaku dan nama Alex sekaligus tiket pesawat yang sudah menempel di surat tugasku. Aku begitu kesal dengan pak Leo, kenapa aku harus pergi dengan Alex, laki-laki yang arogan dan tak punya sopan santun. "Kenapa kamu Bel? Wajahmu terlihat kesal?" Suara Amel teman karibku di kantor yang melihat perubahan wajahku. "Sebel aku Mel, masa pak Leo ngasih dinas mendadak ke Bali tanpa pemberitahuan aku dulu" "Wow! Harusnya kamu seneng dong Bel, bisa tugas ke Bali sambil jalan-jalan gratis" ungkap Amel menyemangati. "Ke Bali nya sih enak, tapi yang bikin aku kesel kenapa aku ditugaskan bareng sama Alex!" Aku menggeram kesal. "Kamu tau sendiri Mel, gimana sikap Alex ke aku, benar-benar menyebalkan!" Aku pergi ke pantry diikuti Amel dari belakang. "Iya sih Bel, aku juga males kalo harus dinas bareng sama cowok yang nyebelin kyak Alex. Liat aja sikapnya gak pernah manis sama orang. Dan selalu saja kata-kata pedas yang keluar dari mulutnya. Mentang-mentang dia Manager seenaknya aja nge bossy. Sabar ya Bel..." Amel memegangi pundakku, dia begitu paham perasaanku. ** Suasana di bandara pagi itu benar-benar sepi. Aku masih duduk sambil melihat kearah arloji ku, jarum jam sudah menunjukkan angka 05.30 tapi Alex belum juga datang. Dalam hatiku senang bila ternyata Alex telat bangun dan tidak jadi ikut. Aku tertawa kecil sambil membayangkam perjalananku tanpa Alex.

More details
WpActionLinkContent Guidelines