Aku. Kamu. Dirinya

Aku. Kamu. Dirinya

  • WpView
    LECTURAS 222
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jul 20, 2015
Detak detik jarum jam memekakan sepasang telinga. Malam semakin larut. Kesepian seperti sudah melekat menjadi bagian bagi gadis yang tengah meringkuk sendirian di kamarnya. Cairan bening hangat sedikit demi sedikit membasahi pipinya. Gadis itu memperhatikan sebuah potret. Sebuah potret yg menggambarkan dua remaja sejoli yang menyunggingkan secarik senyum,begitu tulus,begitu bahagia. Gadis itu semakin menangis menatap potret itu. Semakin mengingatkannya pada seseora ng yang kini telah meninggalkannya. Seseorang yg dulu sempat membuat hari harinya bermakna. Tapi kemaknaan itu barulah ia rasa saat dia telah pergi jauh meninggalkannya. "Aku kangen sama kamu lan.Kangen banget. Maafin aku selama ini ngga pernah sadarin rasa itu semuanya" isak tangis yang kian lama makin jelas. Malam itu pun kian larut. Semakin larut. Malam itupun berakhir dengan tangisan. Namun bukan hanya malam itu saja. Tangisan itu seperti ritual setiap malam yg dia kerjakan sebelum tidur.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina
  • Velmora Selphine
  • Petikan Lingga
  • The Silence That Shaped Me
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • BUNGA KEMBALI

B x G Menceritakan seorang perempuan yang bernama Erine, yang diam-diam menyimpan rasa pada seorang laki-laki bernama Lionel. Ia tidak pernah punya cukup keberanian untuk mengungkapkannya secara langsung, tapi lewat tatapan, perhatian kecil, dan momen-momen diam yang ia simpan sendiri-itulah caranya mencintai. Setiap hari, Erine mencoba tampil biasa saja di depan Lionel, padahal dalam hati, ia sibuk menenangkan degup jantungnya sendiri. Ia tahu, cintanya tak seindah kisah di film ataupun novel, tapi perasaannya tulus... meski hanya bisa diam di balik senyum. Dan meski Lionel belum tahu, Erine tetap percaya... mungkin suatu hari nanti, cintanya yang diam ini akan bersuara. Dan benar saja, seiring waktu berjalan, perlahan hati Lionel pun mulai terbuka. Ia mulai menyadari bahwa Erine-dengan segala ketulusan, perhatiannya, dan diamnya yang hangat-adalah seseorang yang sejak lama mencintainya dalam diam. Namun, Lionel masih terikat oleh bayang-bayang masa lalu. Luka yang belum benar-benar sembuh membuatnya ragu untuk membuka hati sepenuhnya. Tapi di antara keraguan itu, Lionel akhirnya mengaku... bahwa ia mulai mencintai Erine, meski perlahan, meski masih tersembunyi di balik kehati-hatian. Dan di situlah cerita mereka mulai berubah-bukan dari cinta yang meledak-ledak, tapi dari dua hati yang saling belajar percaya lagi, perlahan tapi pasti.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido