Arvan
  • WpView
    Reads 545
  • WpVote
    Votes 86
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 28, 2020
WpInfo
Non-Fiction
"Lo tuh kenapasi? Gak pernah ngehargain gue!" Arvan. Elvira diam. "Sekarang gue masih sabar. Gatau kalau nanti. And ya kalau nanti gue udah capek gue harap lo gak bakal nyesel." Setelah mengucapkan itu Arvan pergi tak lupa dengan senyum mirisnya. *Update tiga hari sekali*
All Rights Reserved
#89
kaptenbasket
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MOS : Masa orientasi Sean [SUDAH TERBIT] ✔️
  • My Ice Antariksa
  • Sikampret & Sitengil [COMPLETED]
  • ELSA [ON GOING]
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • PEKA
  • sorry (COMPLETE✔✔)
  • AMARE (COMPLETED)
  • Numbness (selesai)
  • Romansa Senja

Arga pun terbangun, dan dia kaget tertidur di bawah pohon sendirian. "lhoo Sean mana kok gak ada ya.. mampuusss gue ditinggal. Waduhh jam berapa ini??Arga pun melihat ke jam tangan.. buseett udah mau jam istirahat. langsung si Arga ngacir kembali ke tempat MOS. sambil ngos-ngosan napasnya, ternyata Arga ketauan telat oleh kakak kelas OSIS. "heii..kamu darimana aja ??" tanya ketua OSIS yang bernama Tama. "maaf kak, saya ketiduran tadi, tuhh ditinggal sama dia sambil menunjuk ke arah Sean. "ujar Arga. "Banyak alasan kamu.. sini maju berdiri didepan, kamu saya hukum" sahut Tama. "Yahhh... jangan dong kak. kan aku udah bilang kalau ketiduran..please dong kak jangan dihukum "rayu Arga pada Tama. Sean cekikikan aja liat Arga dihukum..rasain lu makanya jangan seenaknya aja jadi orang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines