We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Arvan
  • WpView
    Reads 545
  • WpVote
    Votes 86
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 28, 2020
WpInfo
Non-Fiction
"Lo tuh kenapasi? Gak pernah ngehargain gue!" Arvan. Elvira diam. "Sekarang gue masih sabar. Gatau kalau nanti. And ya kalau nanti gue udah capek gue harap lo gak bakal nyesel." Setelah mengucapkan itu Arvan pergi tak lupa dengan senyum mirisnya. *Update tiga hari sekali*
All Rights Reserved
#160
watty2019
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Numbness (selesai)
  • Elvina [COMPLETED]
  • Romansa Senja
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • AMARE (COMPLETED)
  • sorry (COMPLETE✔✔)
  • My Ice Antariksa
  • MyBoyfriend Is Rude
  • Cheerful Girl [ENDING]
  • MOS : Masa orientasi Sean [SUDAH TERBIT] ✔️

Highest rank : #1 in boyfriend [15 januari 2019] "Jauh-jauh dari gue!" Ia mengibas-ngibaskan tangannya, seolah mengusir. Mau tidak mau Adel menurut, ia mundur dengan senyuman yang masih mengembang. "Jauh lagi!" Adel mundur lagi. "Lagi!" "Terus, lagi!" Adel terus mengikuti ucapan Bagas, dan senyumannya semakin lama kian sirna. "Udah, stop! Lo harus jaga jarak sama gue kayak gini. Kalo lo berani deket-deket, kita end!" sungut Bagas sambil memperagakan gaya menggorok leher. Bibir Adel mengerucut. "Ih, gue jadi kayak penguntit tau nggak, Gas?!" "Gas gus gas gus! Lo kira gue elpiji!" ucap Bagas tak terima dengan namanya yang disingkat-singkat dan malah jatuhnya seperti gas elpiji. Adel cengengesan. "Jadi, gue manggilnya apa, dong? Ba? Atau..... Sayang?" -------- Copyright 2018 @windchenchaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines