ARAH
  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 13, 2019
WpInfo
Fanfic
1Direction
''Mau lo apa sih? Setelah lo bawa gue pergi jauh lo minta supaya gue berhenti di titik dimana gue harus memilih diantara dua persimpangan, yang bahkan gue sendiri gak tau itu jalan buntu atau justru ngebawa gue menuju kota''. ~Kia Nadara. ''ini saatnya lo nentuin, kalau lo mau sama dia lari ke arah dimana lo sering nemuin dia. Dan kalaulo milih bareng gue, lo cukup genggam tangan gue, dan gue akan nuntun lo ke arah dimana lo sadar kalau selama ini lo gak sendirian". ~Arandika Mahesa. Ketika kalian ada di titik dimana kalian harus melepas dan menggenggam salah salah satunya, tapi kalian takut jika keduanya terluka. Maka siapa yang akan kalian jaga?. Terkadang orang yang tak terduga sering hadir dalam hari-hari kita. Bisa saja dia orang yang kita suka atau mungkin musuh terbesar kita. Tapi ketahuilah bahwa siapapun orangnya, dia bisa pergi kapan saja. Jangan sampai salah arah dan memilih orang yang salah. disini aku, kamu,kita,akan belajar cara menentukan kemana seharusnya berlari dan berhenti untuk tinggal.
All Rights Reserved
#17
gilr
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALVINA
  • The Real Of Me
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • Long Distance Relationship
  • GLANCE
  • Guntur ; BAD BOYFRIEND [SUDAH TERBIT]
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Andira [End]
  • When You Were Here
  • SENANDIKA [ON GOING]
ALVINA

Aku jatuh hati padamu tepat ketika kau memilih tersenyum salah tingkah saat pandangan kita tak sengaja saling mengunci - Dirga Aldentara Alexander Kau menyadarkanku hal yang paling menyakitkan adalah mencintai milik orang lain - Avina Senjana Wijaya Karena kita tidak pernah tahu, kapan dan di mana takdir akan membawa kita dan dengan siapa takdir mempertemukan kita, semua yang terjadi pasti memiliki alasan, sama seperti saat kita dipertemukan tanpa sengaja, tanpa pernah terpikir sedikitpun, sedetikpun, karena kita percaya bahwa dibalik itu ada campur tangan dari takdir kita -ALVIN (Alden&Vina)

More details
WpActionLinkContent Guidelines