Kenang

Kenang

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 13, 2019
WpInfo
Poetry
Kenang. Rangkai kata tidak pernah bisa berteriak lantang pada wajahmu. Namun ia justru mampu mencabik hatimu perlahan, dengan waktu yang teramat kejam menyentak pada kenyataan. Bersama Kenang. Kita akan ditarik kembali pada periode-periode menyesakkan atau bahagia dalam hidup kita. Kita hanya harus memilih, merelakan atau justru menyimpan untuk di kenang. To you❤️
All Rights Reserved
#978
syair
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketabahan Hati Aisyah [Revisi]
  • alunan diksi (sudah Terbit)
  • Seutas Gelabah
  • SajakSesak 2 [Arief Aumar]
  • SajakSesak [Arief Aumar]
  • KUMPULAN PUISI
  • LIFE TO HEAL
  • Segala Tentangmu ❝
  • Rangkaian Kata 2 (Completed)
  • Ich Liebe Mama! ✓ [END]

Kehidupan rumah tangga memanglah tidak mudah untuk dijalani. Tetapi memiliki seorang suami yang tidak meminta kesempurnaan istri, dan hanya mengharap rida Ilahi, tentu sudah pasti patut disyukuri. Barangkali demikian yang Aisyah rasakan. Di tengah ketidaksempurnaannya, sang suami berjanji atas nama Allah akan terus membersamainya sampai surga. Namun, bukankah kebahagiaan tak selamanya menghampiri kita? Mungkin demikian juga yang Aisyah rasakan. Hari, minggu, bulan, bahkan tahun yang terus bergulir membuat pertahanan Aisyah goyah. Ketika dia datang menjadi penengah di antara mereka tanpa pernah diduga, Aisyah kehilangan arah, semua langkah terasa salah, dan luka pun tidak lagi berdarah. Lalu, sebuah pertanyaan tercipta untuk nasibnya yang cukup malang. Wahai Aisyah, sang Humaira bagi suamimu, bagaimanakah keadaan hatimu? Tabahkan ia menghadapi dunia yang begitu menyiksa?

More details
WpActionLinkContent Guidelines