Sebuah Rasa

Sebuah Rasa

  • WpView
    Reads 486
  • WpVote
    Votes 134
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 14, 2020
Rasa kecewa yang selalu membalut luka,tak jarang luka itu terasa,rasa sakit kehilangan seseorang yang berharga,bukan hal yang mudah,walau sulit kucoba terima. Ada rasa ingin membenci,membenci sebuah rasa,rasa yang membuat ku tau akan bencinya untuk kembali mengenal cinta. Denting rindu yang semakin di rasa,tidak akan mengubah sebuah keadaan, dan perasaan,tapi ingatkah rindu yang membuat ku tau dan kenal akan cinta. Dan sekarang aku bertanya. Apakah aku akan kembali membuka hati untuk rasa yang pernah hilang?? Atau aku, akan menutup hati untuk rasa yang telah pergi?? #autorsebuahrasa
All Rights Reserved
#320
rasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Double'A Season 2
  • Because You..
  • Ana Uhibbuka Fillah ( TAMAT  )
  • Langit dan Cahayanya
  • Amor Almira
  • Vandra [Completed]

Aira, seorang mahasiswi seni yang introvert, merasa nyaman dengan dunianya yang sunyi. Di balik ketenangannya, ada luka lama yang masih mengganggu hatinya-rasa takut untuk jatuh cinta lagi setelah perpisahan traumatis dengan ayahnya. Ia memilih untuk hidup tanpa melibatkan perasaan, menjalani hari-harinya dengan rutinitas yang aman dan terkontrol. Namun, semuanya berubah saat ia bertemu dengan Raka, seorang mahasiswa film yang baru pindah ke kampusnya. Raka yang ceria dan penuh perhatian membuat Aira merasa tak nyaman, tetapi perlahan ia mulai melihat sisi lain dari diri Raka yang membuatnya merasa dihargai dan dipahami. Meskipun demikian, Aira masih diliputi ketakutan akan hubungan yang lebih dalam. Seiring berjalannya waktu, perasaan antara mereka semakin berkembang, tapi Aira berusaha keras untuk menghindarinya. Dia takut jika dirinya membuka hati, luka lama itu akan terbuka kembali. Raka, yang jatuh cinta pada Aira, tidak ingin menyerah begitu saja. Dia tahu ada lebih banyak di dalam diri Aira, dan dia bersedia menunggu. Akankah Aira mampu menghadapi ketakutannya dan menerima cinta yang datang dengan perlahan? Ataukah ia akan terus membiarkan cinta yang indah itu hanya menjadi sesuatu yang tak terucap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines