MeTaFoRa, begitu mereka menyebut dirinya. Sebenarnya itu diambil dari cuplikan nama masing-masing. Tapi tanpa sadar menjadi mirip seperti artinya secara khusus, majas Metafora. Kehidupan mereka menjadi terlihat berbeda meski sebenarnya mereka tetap diri mereka sendiri. Kisah mereka yang seolah rumit ketika dihadapi secara pribadi menjadi kisah yang lebih rumit lagi namun dengan kadar beban yang berbeda. Berbeda karena kini kisah itu dibagi rata pada ke-4 manusia yang siap berbagi rasa. Ke-4 gadis itu dipertemukan dalam satu kamar asrama dalam angka 23. Flocia, salah seorang gadis diantaranya menyebutnya sebagai takdir. Ia berprinsip bahwa ketika sesuatu terjadi 2 hingga 3 kali maka akan ada yang ke-4 dan itulah takdir. Baginya 23 mengartikan pertemuan mereka akan membuat mereka terikat satu sama lain. MeTaFora berpusat pada kehidupan 4 gadis dengan kisah masing-masing dalam kronologi waktu yang bertautan. Waiting time menjadi waktu paling berarti bagi Meinar.
More details