DRAMA ✓ (lagi revisi)

DRAMA ✓ (lagi revisi)

  • WpView
    Reads 520
  • WpVote
    Votes 62
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadComplete Sat, Feb 13, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Lisa, seorang mahasiswi hukum yang menyukai sepupu dari sahabatnya sendiri. Tapi siapa yang menyangka kalau ternyata Lisa dijodohkan dengan Khalis, yang tak lain adalah orang yang disukainya itu. namun, malang baginya karena Khalis merasa perjodohan ini hanya sebuah candaan jadi ia menolaknya mentah-mentah. Nana, mahasiswi managemen informatika ini sudah bersahabat sejak kecil dengan Lisa. semua masalahnya selalu dicurahkannya pada Lisa. Namun siapa yang menyangka kalau wanita yang suka bercanda dan berbagi kekonyolan dengan Lisa ini ternyata memiliki kekasih yang bahkan usianya setahun lebih muda dari dirinya dan malangnya ia dan kekasih akan segera menjalankan masa-masa hubungan jarak jauh atau yang lebih sering disebut LDR oleh orang-orang jaman sekarang ini. "apa yang lebih sakit dari pada melihat orang yang gak bersalah tapi dituntut oleh orang yang gak tau diri di pengadilan? ya ditolak mentah-mentah oleh mas crush lah!" -Lisa "mikirin teori teknologi informasi untuk kebutuhan manajemen suatu perusahaan aja gue sanggup, masa sama LDR kalah." -Nana "gue tuh bukannya nolak, tapi belum siap aja lihat kenyataan kalau ternyata selama ini lo tuh cuman narik ulur perasaan gue." -Khalis "walaupun umur gue lebih muda bukan berarti gue gabisa lebih dewasa dari kalian semua." -Marcel
All Rights Reserved
#33
marcel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suddenly Marriage
  • F dan Z  ( and )
  • Three Targeted Girls!!
  • ZERGAN
  • Istri Atau Sarjana [Tamat]
  • As Possible
  • The Crazy Wedding
  • ALA
  • The Man

"Mi, kemarin Pak Kades dan istrinya datang ke rumah. Dia ingin meminang kamu untuk menjadi istri anaknya," ucap Mama yang membuatku seketika langsung menghentikan kunyahan. "Mama kalau bercanda jangan pas lagi makan dong, nggak lucu kalau tiba-tiba aku tersedak terus meninggal," ucapku sambil tertawa. "Mama serius." Aku langsung melihat wajah mamaku, dari matanya aku bisa melihat keseriusan. Mendadak aku jadi merinding. "Jangan bercanda mulu dong, Ma, mana mungkin Pak Kades tiba-tiba melamar aku buat anaknya. Lagian aku nggak kenal sama anaknya Pak Kades," ucapku masih menyangkal kalau yang mamaku katakan bukanlah candaan. "Mama nggak lagi bercanda, Mi, Mama serius." Tenggorokanku serasa tercekat ketika mendengar perkataan Mama, "Ma, jadi ini serius?" Mama mengangguk dan itu membuat tubuhku seketika melemas. "Apa ini alasan Mama minta aku cepat-cepat pulang?" tanyaku yang dibalas anggukan oleh Mama. "Terus Mama jawab apa? Mama nolak 'kan?" tanyaku mulai was-was. "Ayah kamu sudah menerima, katanya nggak enak menolak tawaran Pak Kades. Kapan lagi 'kan kita bisa besanan sama orang terpandang?" Rahangku hampir saja lepas dari tempatnya saat mendengar jawaban Mama. "Nanti malam Pak Kades datang lagi ke sini sekalian bawa anaknya, mereka mau melamar kamu secara resmi." Aku semakin gila setelah mendengar sambungan perkataan Mama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines