Cool Boy

Cool Boy

  • WpView
    LECTURAS 16,453
  • WpVote
    Votos 507
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, ene 8, 2023
[SEDANG DITULIS ULANG] Semilir angin malam yang menerpa tubuh si gadis yang kini sedang menangis meraung-raung meratapi semua kesalahan yang telah ia perbuat. Ia menyesal, sungguh menyesal! Kenapa ia harus melakukan tindakan bodoh padahal ia sudah memiliki sesosok yang sangat-sangat menyayanginya dengan tulus, tapi kenapa ia masih melakukan hal bodoh itu tanpa berpikir dahulu? Karena dia, karena dia ia kehilangan sesosok yang telah merubah kembali hidupnya. Kehilangan sesosok itu juga memang sangat pantas untuk membalas semua kesalahan yang telah ia lakukan, bahkan sangat sangat pantas! 🍁🍁🍁 Yuuu kepo sama apa yang akan terjadi? Cuss langsung baca aja kiw Cover by pinterest
Todos los derechos reservados
#57
alfian
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • SKRIPSUIT  ✔
  • ALZADAISY[End]
  • Ice Love [COMPLETE]✔
  • JEVANGAR (Sequel Zayyan Harquel) ✓ Terbit ‼️
  • Me,You and the story we went through.
  • RAIHAN
  • Langit Malam Bersamamu
  • MIXTURE! (About Secrets)
  • Aulia
  • KAY.EL STORY||END||

{Completed/utuh/tamat} Fayka mau tak mau harus sering bertemu dengan Yasa karena memiliki dosen pembimbing yang sama. Berawal dari sesama kesengsaraan korban dospem, bagaimana jika Fayka mulai baper karena Yasa, yang mendapatkan predikat fakboi, terus bersikap manis padanya? *** Setelah empat tahun menempuh pendidikan di jurusan psikologi, Fayka seperti mahasiswa lainnya harus mengerjakan tugas akhir skripsi. Sialnya, Fayka mendapatkan dosen pembimbing yang killer dan membuat jantungnya tak keruan setiap akan melakukan bimbingan. Namun, penyebab jantungnya tak keruan bukan hanya dosen pembimbing. Yasa, sang kayak tingkat penyandang status fakboi kampus, mendapatkan dosen pembimbing yang sama dengan Fayka dan terus bersikap manis pada Fayka. Menolak rasa bapernya, Fayka mencoba memfokuskan diri pada skripsi yang harus diselesaikannya segara akibat tuntutan sang Ibu. Sayangnya, takdir tidak selalu berpihak pada Fayka untuk mempermudah jalannya menuju sidang. Lalu bagaimana dengan perasaan Fayka jika ketika badai menerjang hidup, Yasa adalah orang yang selalu hadir di sisinya?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido