We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Humoris

Humoris

  • WpView
    Reads 2,005
  • WpVote
    Votes 166
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 30, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Karien, cewek cantik yang sudah bosan dengan hidup serba lebih. Memilih mencoba bersekolah di SMA negeri membuatnya mengerti apa arti kehidupan dan persahabatan selama ini Masa lalu yang pahit, membuatnya senang pindah ke luar kota karena pekerjaan Ayahnya, setidaknya dia bisa belajar apa itu arti cinta yang tulus Cinta biasa dari seorang lelaki sederhana, bukan lelaki kaya raya Alasanku menyukainya adalah, dia tidak perlu menjadi orang lain untuk membahagiakan diriku. Cukup tawa dan senda guraunya yang membuat aku kembali membuka hati, tapi apakah aku bisa bersamanya? Jika ada orang yang lebih dulu menyukainya? Dan masa laluku yang kembali datang tanpa diundang. Kamu memang tidak romantis, tapi kamu humoris. Cukup untuk membuatku tertawa sepanjang hari, melewati detik demi menit disepanjang jam perhari menuju berbulan dan bertahun tahun. Cerita ini baru perdana aku tulis disini Maafkan segala kesalahan penulisan atau apapun itu, maklumlah pertama kali Silahkan vote dan komen kasih saran dan pendapat kalian, InsyaAllah bakal diperbaiki lagi kedepannya
All Rights Reserved
#36
ceritaremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rasa Tanpa Nama
  • You Are My Destiny
  • The PRINCESS diaries 🎀 ( on going )
  • CEZALINE
  • DENTING  [Revisi]
  • Sisi Gelap Mantan Pacar-ku [TAMAT🌻]
  • Lingga [SELESAI]
  • Bandung, Aku, dan Cinta yang Tak Tuntas
  • Almost Mine - 3 Alasan Aku Menolakmu!

Sejak SMP, hanya ada satu nama yang diam-diam mengisi hari-hariku seorang gadis kecil, ceria, dan pintar. Ia selalu menjadi bayangan di benakku, sosok yang tak pernah benar-benar pergi... bahkan hingga hari ini. Tujuh tahun berlalu begitu cepat, namun kenangan bersamanya tetap indah dan tak tergantikan. Mungkinkah aku akan bertemu seseorang sepertinya lagi? Atau mungkinkah aku bisa mencintai orang lain tanpa dia tahu? Aku rasa tidak. Aku bukan tipe yang mudah berpindah hati. Aku tak ingin memberi ruang pada siapa pun untuk menggantikan tempatnya. Aku memilih bertahan, meski tanpa koneksi, tanpa percakapan, tanpa kabar. Bahkan, tanpa tahu apakah dia... atau aku... masih memikirkan nya. Namun, di tengah semua keraguan dan rasa rindu yang terpendam, sebuah pertemuan tak sengaja terjadi. Di saat yang tak terduga, di tempat yang tak pernah kukira, aku dan dia berdiri kembali di satu titik yang sama. Akankah perasaan lama itu kembali menyala? Ataukah semuanya telah berubah... selamanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines