Een Hand

Een Hand

  • WpView
    Membaca 31
  • WpVote
    Vote 6
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Apr 18, 2019
Mungkin benar . kau hanya perlu kehilangan aku agar kamu bisa lebih menghargai sebuah pengorbanan . Lelah berjuang demi seseorang yg kita sayang. Kau pikir membuka hati itu gampang seperti membalikan telapak tangan? Nyatanya membuka hati hanya mengisahkan luka lama yang terus berulang-ulang, bermetamorfosis menjadi cahaya ,yang kemudian redup tanpa saklar. Aku tak menyalahkanmu ,sungguh. Itu semua diluar kendaliku. Tp percayalah Tuhan takan pernah membiarkan hambanya dizona kegelisahan. Krn nyatanya Tuhan percaya bahwa ini yg terbaik. Perpisahan sebuah hal yang dinantikan agar hati sama sama tak tersakiti untuk kesekian kali." -keyrain
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#1
cintadanperpisahan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Collateral Hearts - LingOrm ( END )
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • " To Love ,To Lose "
  • The Day You Left
  • Antara Teman dan Teman Hidup
  • Soal Rasa 2
  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina
  • Membumi(Tamat)

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan