A Chair

A Chair

  • WpView
    Reads 123
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 19, 2019
WpInfo
Fiction
Mystery
Fadzar Ilham, seorang mahasiswa dan juga anak dari pengusaha terkenal dan kaya raya yang juga punya kepribadian yang tenang dan juga santai. Orang mengira bahwa kepribadiannya yang bagus itu tak lain dan tak bukan, berasal dari kehidupannya yang bergelimang harta dan empuknya kasur tiap kali matahari terbit dari Timur, tidak dipusingkan dengan masa depan karena ayahnya yang seorang pengusaha kaya raya. Semua yang terdengar itu terasa sangat indah dan sempurna layaknya seorang pangeran di negeri dongeng. Tapi tidak ada yang tahu, kalau ia ingin menutup telinganya dari seluruh pujian itu "Aku orang paling sengsara dan putus asa di dunia ini!" -Ilham- *** Di suatu sore hari yang sunyi dan gelap, sore itu terasa sama seperti biasanya. Tidak banyak yang berbeda selain kota yang semakin ramai menjelang akhir pekan. Hanya ditemani oleh tempat yang terlihat besar namun kosong di dalam. Namun bayangan kehidupan normal yang selalu Ilham rasakan tidak akan terjadi lagi, dan mungkin tidak akan pernah. Mengapa? Karena ia telah menjadi korban penculikan oleh seseorang. Seseorang yang memiliki titik kebencian yang tidak akan bisa ditutupi dengan apapun bahkan tidak mampu dihapuskan meski seluruh dunia berlutut padanya untuk memaafkan itu semua, ia tidak akan pernah bisa. Maaf, bukanlah kata yang ia kenal di dalam kamusnya. "Dunia adalah simbol dari ketidakadilan." Kalimat itu ... adalah kalimat kesukaannya. Perlahan tapi pasti, Ilham akan mengerti maksud dari kalimat itu.
All Rights Reserved
#81
ilham
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Isvara
  • Kutukan Tumbal
  • Judgement In Hand
  • Bunda oline dan bayi tata
  • The Silent Code: Shadow of Betrayal
  • Di Balik Tirai Merah
  • Eliinaa
Isvara

Tidakkah tak apa jika kita jahat... sekali saja? Zahira hanya ingin dikenal karena kelebihannya. Karena usahanya. Karena dirinya. Namun, kapan? Bahkan orang tuanya pun lebih sering meremehkan daripada mendukung, seolah apa pun yang ia lakukan tak akan pernah cukup. Rumah yang seharusnya menjadi tempat paling nyaman, justru menjadi luka pertama yang menolak sembuh. Hingga ia memasuki SMA Negeri Tunas Widara. Di sanalah segalanya berubah. Pertemuan demi pertemuan yang awalnya terasa biasa, ternyata menyimpan makna. Ada hal yang ingin Tuhan sampaikan melalui mereka-murid-murid istimewa di kelas Isvara. Tapi hidup bukan sekadar tentang pertemuan. Ada badai. Ada kehilangan. Ada luka yang tak semua bisa bertahan. *** Siapkah kamu masuk ke dalam badai ini, dan melihat siapa yang masih hidup saat semuanya usai? ------------------------------------------------------------------------ ⚠️STOP PLAGIARISME

More details
WpActionLinkContent Guidelines