Quotes
  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 29, 2019
WpInfo
Fiction
Fantasy
Apa saja, selagi itu mengenai asmara, aku akan mengutarakan nya lewat sajak-sajak kata. Karena, kalimat ku tumbuh stelah melihat rindangnya sepucuk perasaan baik dari ku, atau pun orang lain. Nyatanya, kita lebih sulit membait setia di saat spasi-spasi jarak mendikte hubungan kita. Untuk itu, aku mencoba membantu mendeskripsikan nya dalam kata-kata. Selamat membaca.
All Rights Reserved
#318
syair
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • My Mother's Favorite Cashier
  • Kita dan Asa akan Harsa
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Mahligai Sunyi
  • Rengkuh Rasa, Remuk Raga | ✔
  • ROMANSA KATA
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines