PERJALANAN BERDARAH

PERJALANAN BERDARAH

  • WpView
    Membaca 11
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Apr 16, 2019
Perjalanan pulang kampung yang harusnya membuat bahagia namun kali ini menjadi perjalanan yang menakutkan.... " loh ko, ada jalan baru ya?? biasanya ini lurus aza " ucap kak abdi driver kami kali ini, dia menepikan mobil dikiri jalan sebelum simpangan " ehhmm...mungkin ini jalan Tol yang baru " ucapku memastikannya karena memang aku pernah dengar 2 tahun yang lalu saat terakhir pulang kampung, disini akan dibangun jalan tol dan mungkin saja ini ini jalan tol itu.... " aku pulang tahun kemaren ini belum ada...apa aku yang ga lihat ya?? " mba mery bingung " kali waktu itu mba mery ketiduran " jawabku " Tooollloooooongggg " suara teriakan dari sebuah rumah di kanan jalan membuat kami terkejut kak abdi langsung menyeberang jalan , terburu-buru mendekati rumah itu..... laki-laki berbadan besar dan hitam keluar dari rumah itu dengan kapak yang berlumuran darah..... aku dan mba mery terpekik tapi tak bersuara....suara kami seperti tertahan.... kulihat kak abdi langsung berhenti mendadak juga saat pemandangan di depan mata nya terlihat sangat menyeramkan..... tapi anehnya laki-laki dengan kapak berdarah itu tak melihat keberadaan kami....dia berlari menyeberang jalan dan masuk kerumah ber cat biru... apa yang terjadi sebenarnya kepada ke 3 orang sepupuan ini??? bisakah mereka sampai dengan selamat kerumah nenek mereka????
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • WARISAN
  • LOVe On The Street
  • Galaxy Love gxg
  • kau bukan rumah
  • Desa Tanpa Mata [END]
  • my strange human -B-
  • The Mafia Girl's
  • adek kinci ku (END)
WARISAN

" bang....lu kenapa...?" tanya daru begitu melihat gue yang menghentikan pergerakan tangan ini dari menarik tali timba, mendapati pertanyaan daru tersebut, gue kembali menggerakan tangan ini untuk menarik tali timba " kenapa sih bang..." tanya daru kembali seraya beranjak bangkit dari kursi pendek tempatnya mencuci pakaian, dan sepertinya suasana hari yang mulai beranjak gelap telah membuat daru tidak ingin untuk berlama lama lagi berada di halaman belakang " enggak tau nih...seperti ada sesuatu yang tersangkut di ember timba ini..." mendengar jawaban gue tersebut, daru menunjukan ekspresi ketidakpercayaannya, dan kini dengan perawakan tubuhnya yang besar, daru mengambil alih tali timba yang berada di dalam genggaman tangan gue lalu menariknya secara perlahan " itu apa bang......?" tanya daru, diantara pandangan matanya yang menatap ke dalam lubang sumur yang gelap ....blupppp... Entah benda apa yang telah terjatuh ke dalam air di dalam sumur hingga menimbulkan suara yang menggema, tapi yang pasti seiring dengan terdengarnya suara gema tersebut, pergerakan tangan daru yang tengah menarik tali timba terlihat semakin ringan, hingga akhirnya ketika ember yang berada di ujung tali timba mencapai bibir sumur, gue dan daru hanya bisa saling berpandangan dalam benak tanya atas apa yang sebenarnya telah terjadi " lu tadi lihat kan bang...sebenarnya yang tadi tersangkut di ember ini, benda apa ya...?" tanya daru sambil memandang ke dalam sumur Sekelumit perbincangan kecil antara gue dan daru adalah sebuah bentuk ketidaksadaran kami dalam menangkap sebuah sinyal alam yang mencoba untuk memberikan kami sebuah jawaban atas misteri yang menyelimuti tempat tinggal kami...yaa...sebuah misteri yang akhirnya memberikan kami sebuah pelajaran bahwa ada sisi lain selain sisi kebahagian yang menyelimuti dari sebuah kata warisan

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan