Figga
  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Sun, Jun 23, 2019
27/03/2019 Traumanya yang menghalang sebagian hidupnya. Setiap manusia pasti memiliki trauma tersendiri, entah itu hanya trauma kecil ataupun trauma besar yang mungkin dapat menyebabkan gangguan kejiwaan. Tapi jangan anggap hal yang menjadi trauma kalian akan kembali melanda hidup. Berpikirlah terlebih dahulu sebelum menghindari trauma, harusnya kalian harus melawan trauma itu. Janganlah trauma kalian menjadi penghalang kelangsungan hidup kalian, sama seperti Figga.
All Rights Reserved
#164
terserah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seharusnya Kita Tidak Menyerah
  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • KEAZEN (a sly world)
  • Behind The Smile
  • ARNWOLF (END)
  • The Dark Side(END)
  • Menyerah atau Bertahan?
  • RUANG KELABU  [TAMAT]
  • Antaratma
  • Bulan Dan Bintang

Mau baca silakan, tidak juga tak mengapa. Karena tulisan ini saya dedikasikan untuk diri sendiri, menggambarkan hidup sekitar saya, jadi orang lain tak perlu tahu apa yang saya rasa, apalagi teman saya. Semoga mereka tidak membaca ini. °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° Di saat tidak ada titik temu dalam sebuah permasalahan, banyak orang yang memilih untuk menyerah. Ketika tangan tak mampu lagi menutup telinga. Menyerah seringkali menjadi jalan terakhir. Rasa sepi, sakit, dan tangis seringkali menjadi teman setia. Kepercayaan pun menjadi sesuatu yang tak lagi berharga. Padahal masih banyak alasan untuk tetap bertahan. Masih banyak alasan untuk kita melawan segala ketakutan dan kepedihan itu. Merangkul barangkali suatu jalan berharga yang dapat mencegah dari keputusasaan. Bukan hanya dengan teman setia, namun suatu tulisan atau bacaan kerap kali menjadi teman untuk tetap bertahan. Jika teman tak lagi menemani, biarkan cerita ini menjadi teman di kala gelap menyergap. -Seharusnya Kita Tidak Menyerah- Pernah mendengar podcast? Nah, mungkin ini versi tulisnya. Anggaplah aku sedang menjalani versi lisannya. Semoga sampai pada hati kalian. started-26 Desember 2019.

More details
WpActionLinkContent Guidelines