Capsaicin

Capsaicin

  • WpView
    Reads 640
  • WpVote
    Votes 147
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 3, 2019
"Kalau emosi adalah zat capsaicin, maka kamu adalah segelas susu hangat. Kehadiranmu bisa melarutkan emosi yang mengendap di rongga mulut." --- Shena lambat laun mengizinkan perasaannya tumbuh untuk seorang Kamal Mahesa. Dan tanpa pernah ia duga sebelumnya, Kamal memperlakukannya dengan berbeda. Dengan penuh senyum, penuh tawa, dan dengan penuh harapan kentara. Dunia terlalu kejam, jika pertemuan singkat keduanya hanya akan berakhir dengan ucapan selamat tinggal, bahkan tanpa lambaian tangan ataupun senyuman. Kamal adalah manusia, tak punya rasa dan membual dengan terlalu banyak kata. Oleh karena itu, lewat cerita ini Shena akan membuktikan, jika cinta tak hanya soal saling berbagi bahagia, karena akan ada masanya kita hanya perlu saling mendoakan lewat rasa yang sama. Seperti capsaicin, temukanlah seseorang, yang bersedia, dengan senang hatinya, menjadi segelas susu hangatmu. -- saran font : [source sans pro, ukuran minimal]
All Rights Reserved
#13
shena
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Behind The Smile
  • The Story of Love
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Perkara Cinta Yumna
  • [END] Blind Rainbow
  • Mentor
  • We Are One
  • As Time Allows

Salah satu bentuk pembodohan diri adalah disaat aku tau kamu sedang menjaga hati untuk orang lain, sedangkan aku masih saja setia mencintaimu dari jarak dekat. *** "Kakak tau hal apa yang paling menyakitkan saat kita sedang merasa bahagia?" tanya Shella sembari menghapus air matanya yang mulai menetes kembali, sedangkan Arion hanya menggeleng tak tau. "Saat kita dibuat terbang setinggi-tingginya. Hanya untuk dijatuhkan kembali," lanjut Shella yang membuat Arion menatapnya bingung tak mengerti. Saat Arion ingin menggenggam tangan Shella untuk kesekian kalinya, lagi-lagi Shella menjauhkan tangannya lalu kembali menatap Arion dengan senyum yang bercerita tentang luka nya hari ini. °°^^°° "Hal sia-sia yang selalu ku usahakan adalah berusaha melupakan dirimu, disaat hatiku belum siap membuka hati untuk orang baru" ~Shella Novelia Az-Zachary "Terlalu menjaga, sehingga memilih menghindar walau rasa tetap ingin memiliki" ~Arion Lavi Pradipa Ini cerita pertama aku, semoga kalian suka ya. Jangan jadi readers ghost dong😭 pokoknya kudu vote dan komen. Aku maksa loh ya, MAKSA. Hahaha🤭 DI FOLLOW DULU YA,SEBELUM DIBACA KARNA AKAN ADA PART YANG DI PRIVAT. MAKASIH😙❤

More details
WpActionLinkContent Guidelines