Book Worm

Book Worm

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 15, 2019
WpInfo
Fiction
Fantasy
Mimi lucu,polos,dan naif lantaran selalu diperlakukan sebagai anak kecil oleh ibunya. Sejak ayahnya meninggal, ibunya mendidik Mimi dengan disiplin ala militer. Dia lupa anaknya telah tumbuh jadi gadis remaja yang butuh pergaulan dan hiburan lain di samping sekolah dan buku pelajaran. Mimi hanya bersahabat dengan Rio, yang menyukai keluguan Mimi yang berbeda dari gadis-gadis lain. Suatu ketika secara tak sengaja Mimi terkena pengaruh kimia formula Profesor Aloysius hingga mempuyai kemampuan "ajaib", apa-apa yang dipikirkannya menjadi kenyataan. Untuk melakukan sesuatu Mimi tak perlu bergerak, cukup lewat alam pikiran saja. Ini menumbuhkan rasa percaya dirinya, tapi sayang perangainya jadi berubah. Rio berusaha mengingatkannya, tapi Mimi tak peduli. Hingga persahabatan mereka retak. Ternyata pengaruh formula itu tak sempurna, hanya berlangsung selama tiga minggu. Mimi kembali menjadi lamban dan pemalu setelah menyadari daya kerja formula itu hilang. Di saat yang sama, Rio sadar ia terlanjur menyayangi Mimi.
All Rights Reserved
#13
bookworm
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • HEARTACHE [Completed]
  • fortnight (completed)
  • [BL] Rasa yang Tak Terduga
  • Bucin Ala Al [END]
  • Dia dan Keindahannya
  • Narasi patah hati
  • CINTA YANG NYATA
  • Perjanjian ( Selesai)
  • Langit Jingga di Ujung Senja
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines