Devil Girl and Monster Boy.

Devil Girl and Monster Boy.

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 17, 2019
Dunia itu sangat mempesona. unik dengan perbedaan setiap orang yang hidup di dalamnya. mungkin banyak yang tidak sadar tapi perbedaan itulah yang justru membuat dunia berwarna. beda watak atau beda fisik semuanya unsur membuat dunia menjadi tempat yang tidak pernah membosankan. mungkin sebagian mengatakan keunikan itu adalah keanehan, tapi itu tergantung bagaimana orang menananggapinya. cerita ini mengisahkan tentang wanita dengan hati aneh yang super tidak peka dan seringkali menyakiti orang disekitarnya dengan lelaki misterius aneh yang di temuinya di sekolah yang membuatnya terus memikirkanya. "Kamu boleh memukulku ketika kamu sedih, kamu boleh melukai ku ketika kamu menangis, aku akan menanggung semuanya" ucap Lelaki yang rambutnya di cat pirang dengan mata berkaca-kaca itu pada Lucy. Itu yang membuatnya berubah, mengembalikan jiwa yang telah lama hilang.
All Rights Reserved
#100
penyakit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dishana (End)
  • LUKA [END]
  • It HURTS
  • Dua Sisi
  • I'm okay (END)
  • Endless Summer [TAHAP REVISI]
  • ARKALYA (END)
  • Aderaga [ON GOING]
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]
  • ALKASA✔

Ini tentang Dishana, perempuan yang memiliki nama ambigu sehingga sering menimbulkan kesalahpahaman. Ini juga tentang di sana, dimana yang terlihat tertawa belum tentu bahagia, menangis belum tentu menderita. Dishana, di sana? Terdengar sama, namun memiliki makna berbeda. _________________________________________ "Di sana...." Suara lantang dari lelaki yang berdiri di atas podium itu membuat perempuan yang merasa namanya di panggil mengangkat tangan dengan percaya dirinya. Hening, semua mata tertuju kearahnya. "Kenapa berdiri?" Tanya sang pemanggil nama dengan tatapan heran. "Kakak tadi manggil nama saya?" "Siapa? nggak tuh." "Dishana. Itu nama saya kak." "Di sana." Tekan lelaki itu menunjuk kearah ruangan di bagian itu Utara. "Di sana tempat kalian semua kumpul setelah istirahat nanti." Penjelasan lantang itu membuat seluruh orang berusaha keras menahan tawanya. Wajah Shana memerah menahan malu, berusaha keras ia menampilkan raut biasa. "Dishana." Kakak tingkat itu menatap kearah Shana dengan serius. Merasa kali ini benar dirinya terpanggil, Shana menjawab. "Iya kak?" "Di sana senang, di sini senang dimana-mana hatiku senang." Langkah santai diiringi senandungan keras meluapkan tawa tertahan semua orang di sana. Sial! Bisakah Dishana mengurus akta kelahiran dan kartu keluarga di dukcapil untuk mengubah namanya? __________________________________________

More details
WpActionLinkContent Guidelines