Kuroii

Kuroii

  • WpView
    Reads 75
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 14, 2019
Kuroii dalam bahasa jepang berarti Hitam. seperti namanya, Yoshimoto Kuroii adalah sosok laki-laki yang hidup di dalam dunia gelap Yakuza. Sebagai pewaris tunggal klan Ryuchi, Kuroii harus menjadi penerus organisasi ayahnya tersebut. Organisasi yang penuh kejahatan kekerasan, dan basisnya bisnis Ilegal. Kuroii kemudian bertemu dengan Hana Iskandar. Perempuan Indonesia yang sedang melanjutkan pendidikan kedokteran di Tokyo. Kuroii yang berlatarbelakang sebagai seorang Yakuza harus menutup rapat-rapat Identitas aslinya dan Organisasi Ayahnya. Ia tidak ingin Hana tahu tentang keluarganya yang merupakan gembong Yakuza dengan klan yang terkuat, terkaya, dan penuh kejahatan.
All Rights Reserved
#2
jutsu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Amai akumakko || [ Tokyo Revengers x Fem.Readers!] End✓
  • ⚫️⛓️ Fuyuko Yukari ⛓️⬛
  • THE RULER✔✔
  • Cegil Komplek [00L]
  • His Poena
  • Unveiling the Unseen Identity
  • PERMAINAN TERAKHIR

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines