Story cover for Kanthil Diary by zairiyahnur
Kanthil Diary
  • WpView
    LECTURAS 107
  • WpVote
    Votos 18
  • WpPart
    Partes 7
  • WpView
    LECTURAS 107
  • WpVote
    Votos 18
  • WpPart
    Partes 7
Continúa, Has publicado abr 16, 2019
Hai nama gue ayana kanthil.panggil aja gue kantil.Humm oke cukup aneh untuk ukuran sebuah nama bukan??. Entah apa motivasi orang tua gue buat namain anaknya kaya gitu?. Sebenernya ini bukan masalah serius sih tapi kadang gue juga malu kalo dipanggil dengan nama kantil padahal kan nama ayana,  ana,  yana (asal bukan ayan2) kan cukup bagus buat nama seorang remaja yang baru menginjak umur yang ke 17 tahun. Gue tinggal di salah satu perumahan elit dijakarta, gue masih duduk dikelas 2 SMA, dan gue punya KELEBIHAN.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Kanthil Diary a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
sraddah (on going) de bobleejompyy
13 partes Concluida
mata lentik itu terbuka saat matahari menerpa wajah nya, dia terduduk dengan keadaan bingung dan heran, seingatnya dia tadi sudah mati karna di bunuh, kenapa dia disini?. "nyonya, segeralah bersiap tuan sedang menunggu nyonya di ruangannya" *** "seperti keinginan mu waktu itu, aku mengizinkan mu untuk pergi dari kastil dan hidup sebagai rakyat biasa, sebagai pengakuan kesalahan mu Karna telah melukai nyonya meneer waktu itu" hah?, wah wahh baru saja merasakan hidup enak malah jadi hidup susah, tapi tak apalah dari pada disini aku merasa kurang nyaman. "baik tuan aku akan bersiap untuk pergi, terimakasih telah memberikan hukuman yang tak berat, saya akan berangkat malam ini" "yah hiduplah menjadi rakyat nyonya, agar Anda tak merasa anda selalu berkuasa" "baik tuan saya izin pamit, terima kasih karna menerima maaf saya" "ya pergilah, ini koin untuk anda bertahan hidup, carilah kerja dan hidup lah dari uang hasil kerja keras mu nyonya" "tentu, saya izin pamit" aku pergi dari ruangan nya, benar aku harus segera bersiap, dan harus berkerja keras dan lebih giat lagi. "nyonya tuan muda sedang menangis sekarang, maaf nyonya saya bukan bermaksud untuk mengangu nyonya tapi lihat lah tuan muda dulu" WTF lah nie tubuh dah jadi emak emak?, yaudah lah gue Bawak ajah tu bocah "antarkan saya ketempat tuan muda" "lewat sini nyonya" yukkk mampirrr kalau kepooo kelanjutannya🤭 Arti judul bisa di lihat di capt 13 Cover by canva and pinterest
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Suamiku Amnesia (REPOST) cover
bisikan cover
sraddah (on going) cover
BAD SEVENTEEN  cover
JUNIOR HIGH SCHOOL cover
Sehari Untuk Selamanya cover
My Posesif Brother cover
cinta pertama ku hanya pada mu cover
Kenaida cover
A R S E A N A cover

Suamiku Amnesia (REPOST)

24 partes Concluida Contenido adulto

Follow dulu sebelum baca! Naila yang sejak dulu selalu menerima hinaan dari Darel terpaksa harus menikah dengan pria itu akibat mereka kepergok warga sekitar tengah berbuat hal tidak senonoh di dalam mobil. Saat itu Naila terpaksa menerima tawaran Darel untuk menjadi jalang pribadinya demi sang Ibu. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah diam-diam, bahkan tanpa sepengetahuan orangtua Darel. Sampai suatu hari Darel tiba-tiba hilang ingatan. Apakah Naila akan memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur dari kekangan Darel yang hanya menganggapnya sebagai pemuas nafsu saja? Atau justru memilih bertahan sembari membantu Darel mengingat kembali tentang pernikahan rahasia mereka. "Bayi ini anakmu, Nai?" -Darel- "Iya." -Naila- "Siapa ayahnya?" -Darel- "Kamu tidak perlu tahu!" -Naila-"Kenapa anakmu begitu mirip denganku? Oh, atau jangan-jangan dia adalah anak dari papaku? Cih, jadi sekarang kamu menggantikan ibumu menjadi simpanan papaku? Dasar tidak tau malu, ibu dan anak sama saja!" -Darel- "Bagaimana bisa kamu langsung menyimpulkan kalau anak ini adalah anak dari papamu? Hanya karena anak ini begitu mirip denganmu? Dasar gila!" -Naila- "Sudahlah, jangan mengelak lagi. Sudah pasti dia adikku, dasar murahan!" -Darel- "Terserah, capek ngomong sama batu. Tapi yang pasti, anak ini bukan anak dari papamu!" -Naila-