Aku mungkin seorang pengecut-tak cukup berani menghadapi kenyataan. Atau mungkin aku hanya terlalu takut, hingga memilih menyepi. Aku hanya membutuhkan waktu untuk sendiri, menjauh sejenak, dan mencoba menyembuhkan luka yang belum sepenuhnya pulih.
Aku bukan perempuan sekuat Umi.
Umi yang sabar, tulus, dan ikhlas dalam setiap keadaan.
Tiga tahun lalu, saat Umi pergi, aku tidak berada di sisinya. Penyesalan itu terus membekas, menjadi luka yang tak mudah sembuh. Dan ketika usiaku menginjak dua puluh satu tahun, aku mencoba kembali mendekat pada Abi-mencoba merajut hubungan yang sempat terputus. Namun kenyataan tidak selalu berjalan seperti harapan. Bahkan untuk mengingatnya saja aku sudah terlalu lelah.
Maka aku memilih pergi.
Menjauh dari hiruk-pikuk kota, menuju sebuah desa yang asri-tempat kenangan dan ketenangan berpadu.
Di sanalah aku berharap bisa menemukan kembali diriku, memahami masa lalu, dan menentukan masa depan tanpa penyesalan.
Namaku Athifa Khalisa Fadli.
Dan inilah kisahku.
Dunia irene selama ini hanya seluas empat sudut sakral.
IGD, poliklinik, bangsal, dan ruang operasi.
Irene adalah seorang residen bedah umum, hidupnya adalah tentang jadwal jaga yang tak kenal ampun, aroma antiseptik yang menempel di baju, dan kepuasan menatap jahitan yang rapi.
Cinta? Itu komplikasi yang tidak ada dalam kamus prosedural hidupnya. Ia lebih akrab dengan anatomi jantung manusia daripada dengan debaran aneh di dalam dadanya sendiri!
Hingga satu sosok mengubah segalanya.
'Daksa' seorang dokter bedah jantung baru yang menyelinap masuk kedalam hidupnya tanpa bisa ia cegah.
PERINGATAN 🚨
DILARANG KERAS UNTUK COPAS ATAU MENJIPLAK KARYA INI‼️
HARGAI KERJA KERAS PENULIS‼️