
Ava sudah membayangkan masa remajanya akan berjalan dengan indah. Belajar dengan baik, bersenang-senang dengan teman-temannya, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sesuai hobinya, dan tentunya menemukan belahan jiwanya. Klise, pastinya. Kembarannya, Raka saja mengatakan bahwa dia terlalu berharap. Tapi itu tidak meruntuhkan optimisme Ava. Tapi apa yang harus dia lakukan, ketika satu masalah muncul dan menghancurkan semua rencananya itu? Akankah Ava akhirnya setuju dengan pendapat Raka, dan melepaskan semua angannya? Karena bagaimanapun, masa SMA itu masa paling berkesan dalam hidupmu dan Ava tidak ingin menyia-nyiakan semua itu sama seperti kalian semua.All Rights Reserved
1 part