Sinar Matahariku

Sinar Matahariku

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 3, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Karena saya tahu hati anda bukan untuk saya jadi saya menyerah untuk mempertahankan anda. Mungkin suatu hari nanti anda akan ingat seorang Nayla yang pernah mengisi kekosongan hidup anda. Seorang Nayla yang pernah menemani anda saat anda berada dikehancuran hidup anda. Saya tidak meminta lebih. Hanya ingat aku sedikit saja. Agar aku tahu bahwa didunia ini ada yang pernah memikirkan aku. Aku Tidak gigih menunggumu untuk mencintaiku, Aku hanya Menunggu diriku untuk berhenti mencintaimu..Karena aku tak mampu membayar harganya..Selamat tinggal cinta dalam hidupku. Selamat tinggal sinar matahari ku.
All Rights Reserved
#695
karya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • PHILOPHOBIA (END)
  • KALA
  • Dear Kamu : My One and Only Crush On My Life
  • SEBENING CINTA (TAMAT)
  • Diksi Matahari ⛅ (TAMAT)
  • Hanya Saja
  • HATI💔 YANG TERPILIH

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines