Story cover for Dangerous Boy by PutriDevi1
Dangerous Boy
  • WpView
    Reads 540
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 540
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Apr 17, 2019
"Siapa lo ?!" tanya Bima pada gadis yang kini tengah berdiri dihadapannya.

"Gue adalah bidadari pencabut nyawa lo!" balas gadis itu kemudian.

Kisah ini tentang Bima. Cowok manis berhati iblis yang sangat most wanted di SMA Skylight. Bagaimana tidak, hampir seluruh penghuni SMA itu sangat mengenal Bima. Apalagi sosok Bima yang sering sekali membagikan lollipop pada orang-orang  tertentu. 

Namun, pemberian lollipop ini bukan tanpa sebab. Ada beberapa kriteria orang yang  mendapatkannya. Mungkin karena itu pula, selama ini tidak ada yang berani mencari masalah pada Bima. 

Hingga suatu hari, ada seorang gadis yang dengan santainya menentang ucapan dan perilaku Bima! Gadis cantik bermulut pedas yang belum pernah Bima lihat sebelumya.

Lantas bagaimna kisah Bima selanjutanya ..
Apa yang akan di lakukan Bima pada gadis itu ?
Dan apa yang akan terjadi pada gadis itu nantinya ??

Penasaran ... 

Cek this story 😍
All Rights Reserved
Sign up to add Dangerous Boy to your library and receive updates
or
#81danger
Content Guidelines
You may also like
(Not) A Dream School (On Going) by AnggiPratiwi935
25 parts Ongoing
Pernah punya masalah dengan Bad Boy sekolah? Gimana rasanya? Yang pasti bakal penuh drama kan? Lo yang tadinya pengen ngejalanin sekolahan dengan tenang aman tentram dan damai tanpa ada masalah sedikitpun tapi malah jadi rumit hanya karena seseorang. Itulah yang di rasakan oleh seorang siswi bernama Aila, yang harus mengikhlaskan kehidupan damainya ketika bertemu dengan sang penguasa Cakrawala. Elang. 😂 *** Langit kini mulai menggelap. Bukan karena malam yang akan tiba, melainkan mendung yang bergemuruh karena akan segera hujan. "Elang--" "Aila, gue sayang sama lo. Jaga diri baik-baik ya, soalnya gue mau tidur dulu." "Lo ngomong apas-- Eeh Elang? Elang buka mata lo!" Gadis itu, Aila terus menepuk pipi lelaki dalam pangkuannya yang kini sudah tak sadarkan diri. "Elang bangun! Lo mau liat gue mati kehujanan? Heh! Bangun!" rintik hujan yang mulai berjatuhan membuat Aila semakin tak karuan khawatirnya. "Lo kalo sayang sama gue, bangun bego! Biar gue bisa bales. Bangun Elang!" Perlahan suara Aila bergetar. Air matanya pun luruh bersamaan dengan derasnya hujan. Seragam putih Aila yang tadinya hanya terdapat noda darah dibeberapa bagian kini jadi memerah menyeluruh karena hujan. Aila menatap nanar sekelilingnya, jalanan kini sudah dipenuhi genangan air hujan berwarna merah karena bercampur dengan darah para manusia yang terkapar disana. Lalu tak lama, bunyi sirine terdengar saling bersahutan. Hari ini, untuk pertama kalinya dalam hidup Aila benci pada Hujan, petugas keamanan dan petugas medis yang datang terlambat. *** . . . So yuk kita intip gimana kisah kasih di sekolah seorang Aila Pratiwi Adyatama. Yang bertemu dengan sang Bad boy sekolah;) See u👋
You may also like
Slide 1 of 9
You Are My Destiny cover
So Close But So Far cover
DERA❤ cover
(Not) A Dream School (On Going) cover
DRABIA [END] cover
Become a Parent's [END] cover
BIRA cover
Strange Girl  ✔️(Revisi) cover
Lelah Dilatih Rasa [END] cover

You Are My Destiny

20 parts Complete

Entah ini memang sudah menjadi nasibnya atau bukan. Pricilla Ester Tan. Gadis yang mengorbankan perasaannya dan merelakan orang yang dicintainya untuk bahagia dengan sahabatnya sendiri. Dia pikir, dia akan bahagia dengan orang yang baru saja disayanginya saat dia masuk SMA. Tapi ternyata dia lagi dan lagi harus mengorbankan perasaanya dan merelakan orang yang baru ia sayangi bahagia dengan sahabatnya. Saat SMP dia menolak cinta pertamanya dengan alasan dia ingin sahabatnya bahagia. Maka dia memohon kepada cinta pertamanya itu untuk memacari sahabatnya sendiri. Tapi dia percaya bahwa apa yang dia perbuat akan berbuah manis. 'Karena gue percaya kalo gue sama lo berjodoh, kita akan di takdirkan bersama.' - Pricilla 'Dan sekarang, gue juga mulai akan percaya sama hal itu.' - Keano