Don't You Dare, Potter!

Don't You Dare, Potter!

  • WpView
    Reads 24,357
  • WpVote
    Votes 2,489
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 15, 2020
WpInfo
Fanfic
Wizarding World: Harry Potter
Attention! The picture is not mine. The picture is belong to the artist. And, this story is bxb so if you're homophobic, aku sarankan untuk nggak membaca cerita ini, thank you! ... "Malfoy..." "Diam!" Nafas Draco memburu. "Bisakah kau berhenti belari-lari di pikiranku?" ... "Malfoy, kau tidak apa-apa?" "Jangan sok peduli padaku!" ... Draco mendengar suara seseorang melangkah menuju kamarnya, apa mungkin ibunya? Tapi, mengapa selarut ini? "Draco." Deg! ... Myrtle melihat Draco yang datang dengan wajah frustasi. Tumben sekali Draco seperti itu, eh? "Kau kenapa heh, Malfoy?" "Ini semua salah. Aku tak tahu. Aku tidak ingin. Aku tidak bisa. Aku tidak mengerti. Aku tidak sanggup. Aku tidak tahu harus memilih yang mana. Oh, Merlin, apa yang kau perbuat?!"
All Rights Reserved
#13
malfoy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • All The Wrong Things by LovesBitca8 (Terjemahan) (Revisi 2/24)
  • How Can I Belong To You? (Drarry)✓
  • Night Game (✓)
  • ✓ The Owlery #2 (INA Trans)
  • Smile, Draco.
  • HIRAETH - Draco Malfoy
  • Your the Light
  • Draco Malfoy And The Heir Of Slytherin [SELESAI]

Jumat, 27 Agustus 1999 Mereka mulai berbisik lagi. Berusaha merendahkan suara agar si tahanan tidak mendengar. Padahal si tahanan berdiri tak sampai lima meter dari mereka. Usaha yang sia-sia. Aku berharap mereka mengeluarkanku dari ruangan ini jika memang ingin berdiskusi. Mengembalikanku ke ruangan kecil tempatku ditahan tadi pagi. Namun tentu saja tidak. Mereka membiarkanku berdiri di dalam kurungan ini, tepat di tengah-tengah mereka. Dipajang. Aku memusatkan pandangan pada satu titik beberapa langkah di depanku dan memaksakan diri untuk tetap menatap ke sana. Aku tidak ingin melihat wajah-wajah mereka. Aku juga tidak ingin tertidur. Sebuah rasa kantuk memaksaku menguap. "Tuan Malfoy. Saksi berikutnya sudah tiba. Apakah Anda siap melanjutkan persidangan?" Aku nyaris tersenyum. Seolah-olah aku punya pilihan. [Cerita ini merupakan sekuel dari "The Right Thing to Do", ditulis dari sudut pandang Draco. Bagian kedua dari seri "Rights and Wrongs".] Cover artist: nikitajobson. Alih bahasa: dramionemania.

More details
WpActionLinkContent Guidelines