Unplanned marriage

Unplanned marriage

  • WpView
    Reads 1,433
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadComplete Fri, Jul 3, 2020
Revalda Riza Renata Ia anak perempuan yang dilahirkan dari keluarga yang humoris. Mempunyai dua kakak laki laki yang tingkat warasnya setengah. Garis takdir yang membuatnya dijodohkan oleh kedua orang tua nya. Lelaki itu bernama Abrar Narazka Pratama Lelaki romantis dan sangat perhatian, tapi semua itu berbeda ketika ia ditinggalkan menikah dengan calon istrinya. Ia menjadi sosok yang lebih pendiam, dingin, dan jutek. "Nata, Kamu udah punya pacar?" Tanya Papa yang mengagetkan Gue dengan pertanyaannya. Jujur aja Gue gugup plus malu juga ditanya begitu di depan orang orang. "Em. Belum Pa! Kenapa? " Jawab Gue jujur. Emang bener kan Gue jomblo. "Baguslah, kalau pun Kamu punya, Papa juga bakal nyuruh Kamu Putus! " ujar Papa ngebuat Gua tegang juga gugup. Karena gimana pun juga Gue kan lagi Naksir Mantan Kakak kelas Gue. "Ta... Papa mau Kamu Nikah sama Abrar!!" "Apaa! Maksudnya gimana Pa?" Gue bingung sama yang di maksud Papa. Gue sempet menatap bola mata Baban yang juga lagi menatap ke arah Gue. "Sttt. Terima aja udah, Doi ganteng loh, tajir lagi. Kalo Gua jadi lo si Gua mau. Sayang aja Gua batangan." bisik Bang Dion di telinga kiri Gue. Setan emang Abang Gua yang satu ini, mana bisik nya di sebelah kiri, cocok udah jadi iblis. "Mayan Ta. Bisa lu porotin, ntar kalo udah kawin lu bisa minta ice cream se-kamar. Apalagi kalo lu hamil minta ini anu itu diturutin. Udah sana kawin aja lu ama dia." set an satu lagi berbisik. Siapa lagi kalo bukan Kak Rico. Kawin Kawin dikira Gua kucing. Jangan kan mikirin proses bikin debay, mikirin nikahnya aja Gua ga mau. . . . Kepoo sama kisah selanjutnya??Kalo kepo langsung aja baca, siapa tau tertarik bagi kalian. Okee
All Rights Reserved
#3
lawakan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shaffira ✔ (KBM & KARYAKARSA)
  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • Silent, Please! (Re-up)
  • tentang sebuah rasa
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • My Handsome Devil
  • Istri Cadangan
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • friendship dump

Aku menatap lelaki yang duduk di sampingku dengan binar penuh tanya. Kenapa lelaki ini yang ada di sini? Bahkan aku bisa melihat dua anak kecil yang duduk bersama Nenek mereka tak jauh dari tempat duduk kami. Ya Allah apa ini takdirku? Menikah dengan seorang duda yang kukenal beberapa bulan lalu. "Ada apa?" Tanyanya datar. Tidak ada kesan romantis di sini. Kami layaknya pasangan yang terlahir dari proses perjodohan. Dingin, kaku, dan nampak tak tersentuh satu sama lain. "Tidak, saya cuma malu." "Malu karena saya seorang duda yang menikahi kamu? Begitu?" Menggeleng aku menampik semua asumsinya. "Bukan, disini saya tidak pernah menilai orang dari statusnya. Mau duda atau tidak itu bukan hal penting bagi saya. Tapi saya yang seorang guru tidak pernah terlintas dipikiran saya akan berada di situasi seperti ini. Duduk di pelaminan dengan anda, wali murid saya." Bibirnya tersungging ke atas, antara dia bahagia mempersunting diriku atau hal lain aku tidak tahu. "Jangan menilai seperti itu, karena sekarang saya suami kamu. Ingat saya sudah meminta kamu dari Ayah, dan saya sudah melakukan akad di depan ayah kamu." Jawabnya dengan penuh penekanan. Pria yang berada di sampingku inilah yang mengakadku tadi pagi dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas sepuluh gram. Dialah pria yang berani memintaku kepada Ayah untuk dijadikan sebagai istrinya. Pria pertama dengan sifat dinginnya yang membuatku berubah status dari lajang menjadi menikah. Ya, dia Rian Wijaya, seorang anggota TNI Angkatan Udara yang menjungkir balikan kehidupanku yang begitu nyaman. Menyandang status sebagai istri di usia muda seperti ini akan membuatku memiliki beban berat apalagi aku harus menjadi ibu sambung yang baik untuk dua anak yang tersenyum ke arahku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines