MEJIKUHIBINIU

MEJIKUHIBINIU

  • WpView
    Membaca 4,228
  • WpVote
    Vote 717
  • WpPart
    Bab 51
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Des 27, 2022
"Aku Mengagumi Seperti Pelangi, tapi ternyata aku lupa bahwa Pelangi hanya sesaat" _Deandra Aofa Zahra_ "Maafkan Aku Hati, Membiarkan sang Pelangi yang sudah menunggu Hujan" _Alif Adrian_ "Tuhan Maha Segalanya, oleh karena itu sang Pelangi harus menunggu hujan ketika ingin menciptakan warna sesudah nya" _Rakenzy Kalfadema_ #1 Mejikuhibiniu (4 Juli 2020) #1 Raken (18 Juli 2020) #1 Pelangi setelah hujan (1 Agust 2020)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#246
kenangan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Love hate? | Zhong Chenle ✔
  • a RAINBOW
  • Daisy [COMPLETED]
  • about us and him ✔️
  • METANOIA (REVISI)
  • Rintik Hujan
  • Adrian&Aleya
  • PETRICHOR [Lengkap]
  • KIARA [End]

CERITANYA LENGKAP YAWW🧡 BACA DULU SEBELUM BERARGUMEN ⚠️⚠️ seorang gadis yang menikah dengan kemauan orang tuanya hanya karena demi kebaikannya dan kebaikan perusahaan ayahnya, tetapi menurut gadis itu menikah dengan cara seperti itu ia merasa tersiksa oleh itu "lo jangan pernah berharap gue bisa cinta sama lo" ucap suami gadis itu. "Vaga!! Bisa anterin gue ke rumah sakit?" Pinta gadis itu. "Ck. Apaan sih lo, nyusahin banget tau gak" kesal Vaga. "Bentar doang Ga" mohon Dara pada Vaga. "Mati aja Lo sana, nyusahin banget jadi orang" *** "gue mau cerai, Vaga..." degg!! "Lo gak bercanda kan, Ra?" *** "Lo udah bunuh pacar gue anjing" "Bukan gue Vaga, dia jatuh sendiri" "Bacot lo anjing" Plak *** "Mati aja sana, Lo gak penting tau gak" *** "Lo ngapain sih, jangan meluk" *** "Buka baju Lo, liatin tubuh jalang Lo itu ke semua siswa di sini" ** "Sedih banget sih hidup lo, dasar jalang"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan