Namanya Stevan dia adalah cowok yang sempurna, gaya bicara , kerapian , selera, dan perilaku. entah kenapa,dia selalu membawa kamera ditangannya.
Namun perasaanku berbeda ketika aku dibawa masuk kedalam dunia yang berbeda dimana suasana di sana serba hitam putih tanpa warna.kekagumanku kepada Stevan berubah menjadi rasa takut yang semakin menjadi jadi
Selain itu, raut senyum yang ada pada dirinya langsung menghilang dari pandanganku saat dia menggunakan kameranya
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
"Aku sudah mati di dalam diriku sendiri, yang tersisa hanyalah bayangan yang berjalan tanpa arah."
"Apa maksudmu? bukankah kau selalu terlihat baik-baik saja?"
"bahkan di detik kematian pun,aku akan selalu tersenyum"
"......"