غلاف قصة pshcopath posesiv بقلم Acayusuf
pshcopath posesiv
  • WpView
    مقروء 680,173
  • WpVote
    صوت 19,819
  • WpPart
    فصول 44
  • WpView
    مقروء 680,173
  • WpVote
    صوت 19,819
  • WpPart
    فصول 44
مستمرّة، تم نشرها في أبريل ١٨, ٢٠١٩
"lu harus jadi pacar gue atau gue bunuh loe"kata alex dengan seringai
"iyyy.....yaaa"jawab lexa terbata
"good"jawabnya sambil mengecup pipi lexa


Start: 22 april 2019
جميع الحقوق محفوظة
الفهرس
قم بالتسجيل كي تُضيف pshcopath posesiv إلى مكتبتك وتتلقى التحديثات
أو
#137devil
إرشادات المحتوى
قد تعجبك أيضاً
Terpaksa Dinikahi Duda Anak Dua  بقلم MaisaQueen
79 أجزاء مستمرّة
Please, don't plagiat🙅 No no yaa🙎 ••••• "Nak, demi keluarga kita... kamu harus menikahi Tuan Arsen." "APA?! Menikah dengan Bos Papa?! Tidak mau! Papa, ini lelucon, kan?! Aku masih kelas tiga SMA! Aku bahkan sudah punya pacar! Papa tidak bisa melakukan ini padaku!" Virly menolak mentah-mentah. Reaksi Virly sama sekali tidak menggoyahkan Arsen. Ia bangkit dari sofa, menjulang tinggi di atas keluarga yang sedang hancur itu. "Aku tidak peduli kau punya pacar atau masih kelas tiga SMA. Kau punya satu hari untuk memutuskan. Menikah denganku, atau ayahmu masuk penjara dan semua asetmu akan kuserahkan ke bank. Aku hanya butuh ibu untuk kedua anakku." Ucap Arsen dingin dan tegas "Kau tak boleh seenaknya!" Virly berteriak kesal. "Pikirkan baik-baik. Waktu terus berjalan, Nona." Arsen melangkah Pergi. Virly yang berusia 17 Tahun, siswi kelas tiga SMA yang ceria yang masih mendambakan kebebasan, mendadak harus berhadapan dengan takdir pahit yang mengancam keluarganya. Sang ayah, yang terlilit utang besar pada bosnya, Arsen yang berusia 30-an, seorang duda dingin beranak dua, menjadikan Virly sebagai jaminan. Di bawah ancaman penjara dan penyitaan seluruh aset keluarga, Virly terpaksa menerima pinangan sang duda. Ia harus segera menikah dan menjadi ibu bagi dua anak kecil, sekaligus menghadapi Arsen yang selalu bersikap dingin dan tidak peduli pada perasaannya. Mampukah Virly bertahan dalam pernikahan tanpa cinta ini? Dan bisakah ia, yang masih labil, menjadi ibu yang sempurna bagi dua anak yang asing baginya?