Lara Dalam Angan

Lara Dalam Angan

  • WpView
    Reads 523
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 17, 2020
Jika mencintaimu hanya membawaku masuk kedalam rasa putus asa. Maka aku akan dengan senang hati menolaknya. Tapi, apa kabar hati yang begitu sulit untuk ku kendalikan. Logika pun membawa ku makin larut dalam sebuah kesalahan. -Dimas Praditya. Bukan inginku terjebak dalam sebuah rasa nyaman. Tapi rasa itulah yang berhasil menariku masuk hingga lupa akan keadaan. Sebuah awal yang manis memaksaku untuk terhanyut akan pesonamu. Lalu semua berubah, saat dimana rasa indah itu di gerus akan sebuah kesalahan yang entah aku sendiri tak tau di mana salahku. Atau mungkin aku tak pernah melakukannya, melainkan kamu yang selalu mencari celah akan setiap salahku. Aku di sini diam tanpa kata, menatap sendu akan semua kelakuanmu. menunggu dan berharap semua akan indah seperti sediakala, hingga sabarku sampai di penghujung batas. Dan berhenti menjadi pilihan terakhir yang aku miliki sebelum aku terlarut dalam luka yang kian menyayat hati. -kurnia ayu listari
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sejenak Luka
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • Waktu?
  • About kevin (End)✅
  • Amour (COMPLETE)
  • Juan [REVISI]
  • ASRAR|
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Aku dengan nya
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)

"Jean, Nara pinjam uang boleh? Uang jajan Nara dipotong ayah karena nilai ulangan fisika Nara turun jadi 85." "Jean, Nara boleh nebeng pulang di motor Jean, nggak? Bentar lagi ujan, Nara gak punya uang naik angkot." "Jean, boleh pinjam baju olahraga? Punya Nara disobekin sama temen-temen Nara." "Jean, kata temen Nara, Nara gak pantas jadi kakak Jean. Itu benar, ya?" "Kenapa Jean dan Arkan selalu jahat ke Nara?" *** Naraka tidak pernah mengeluh, kendati sakitnya sejak kecil tak pernah luruh. Naraka tidak iri pada saudaranya, kendati takdir begitu keji untuknya. Naraka menyayangi ayahnya, Arkan, dan Jean. Mirisnya, semuanya tidak pernah menginginkan entitas Naraka di hidup mereka. Karena Naraka cacat. Penuh cela. Naraka dibenci. Naraka disiksa. Naraka ditinggal. Naraka tidak memiliki alasan lagi untuk bertahan dengan luka. Temukan kisah perjalanan hidup Naraka bersama orang-orang tersayangnya di semesta. Membawa sejenak luka lalu pergi menghampirkan duka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines