Sorong in Love

Sorong in Love

  • WpView
    LECTURAS 6
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, abr 19, 2019
"Saya sayang sama kamu" Ana yang sedang memainkan ponsel seketika menoleh, kernyitan di dahinya begitu jelas tercetak. "kamu ngomong apa Sino?", tanya Ana memastikan. "Sepertinya saya jatuh cinta sama kamu", jelas Sino. Ana menghela nafas sambil meletakkan ponselnya ke atas meja seraya berucap lirih, "Apa kamu lupa dengan peraturan yang kita sepakati bersama? kita hanya sebatas teman, kita hanya bersenang-senang, no more feeling between us. kamu senang, aku senang. Kita hanya sebatas itu!" "Ana, perasaan ini muncul dengan sendirinya tanpa diminta", ujar Sino. "Matikan! lalu buang jauh-jauh perasaan itu! Aku tak mungkin membalas perasaan gilamu itu. kita hanya teman, kita hanya have fun. peraturan tetaplah peraturan, lagipula kamu pria beristri". "Tapi saya tidak bisa", Sino tetap bersikukuh. "Kalau begitu, kita akhiri saja permainan ini. Jangan pernah lagi menghubungi ataupun mengganggu hidupku", putus Ana. Ana lantas berdiri, meraih ponsel lalu meninggalkan Sino yang masih terpekur ditempatnya tanpa berkata apa-apa. --------------------------------------------------------
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Apakah kamu ingin menikahiku?
  • DANADYAKSA
  • POHON CINTA (END)
  • 36 days with you {saida} [End]
  • GRIZLEN {On Going}
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Head Over Heels [COMPLETED]
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia
  • DeaSea

Saat Jin Nian hendak bertunangan, dia memergoki pacarnya yang mabuk menelepon cinta pertamanya sambil menangis. "Tolong beritahu aku bagaimana aku bisa berhenti memikirkanmu!" "Berhenti menangis. Kalian berdua sebaiknya menikah saja. Jangan pernah meninggalkan satu sama lain!" seru Jin Nian. Jin Nian membatalkan pertunangannya tanpa ragu, namun kerabatnya memarahinya karena tidak mengerti. Merasa lelah, Jin Nian menghubungi sahabat masa kecilnya, Lu An, di internet. "Apakah kamu ingin menikahiku? Kita mengenal satu sama lain dengan baik. Mari kita puas dengan pengaturan ini." Satu detik setelah dia mengirim pesan, Lu An menjawab. "Apakah bersamaku dianggap berhasil?" "Tidak tidak tidak. Anda memiliki rumah yang mahal dan mobil yang mahal. Kamu jauh di luar kemampuanku!" "Bawalah buku rumah tanggamu. Saya akan menemui Anda di depan Biro Urusan Sipil," kata Lu An. "Hah?" Jin Nian bingung. Itulah kisah bagaimana mereka menikah dalam sekejap. Suatu malam, mantan pacar Jin Nian menyadari bahwa dia tidak bisa melupakannya. Dia bersiap untuknya kembali bersamanya. Yang mengejutkannya, orang yang membukakan pintu adalah suami Jin Nian, Lu An! Lu An mengenakan jubah mandi, dan terlihat gigitan cinta di lehernya. Dia tersenyum samar. "Apakah kamu mencari istriku?" *** Suatu pagi setelah pernikahan mereka terbongkar, Jin Nian terbangun dengan perasaan pegal di sekujur tubuhnya. Dia tidak sengaja mendengar Lu An berbicara dengan seseorang di telepon. Dia sedang menyiram bunga di balkon, dan ada sebatang rokok di antara bibirnya. Dia mencengkeram ponselnya di antara leher dan bahunya. "Saya tidak peduli berapa banyak uang yang Anda tawarkan kepada saya. Yang aku inginkan hanyalah Jin Nian." Jin Nian terdiam. Dia tidak perlu membesar-besarkan kisah cinta palsu mereka! Belakangan, Jin Nian secara tidak sengaja menemukan sebuah buku tua di rak. Itu adalah hadiahnya untuk Lu An pada ulang tahunnya yang kedelapan

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido