Sweet Memory (Amanda)

Sweet Memory (Amanda)

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 19, 2019
Amanda yang meski jauh berpisah jarak dengan sang kekasih, ia tetap bisa merasakan kehadiran sang kekasih, merasakan kenyamannya dan perhatian yang setiap hari dihadirkan oleh kekasihnya. Amanda sedang menjalani study Fashion Design nya di salah satu universitas yang ada di Jerman, sedangkan Raka kekasihnya menjalani kuliahnya di salah satu Universitas Negeri yang ada di Yogyakarta. Meski jauh, hubungan mereka masih tetap terjaga. Hingga sampai suatu malam, setelah mengucapkan salam perpisahan tidur karena di Yogyakarta telah menunjukkan pukul 23.00 WIB. "Sayang, aku tidur ya besok ada ujian statistika nih" Ucap Raka kepada Amanda, dengan terus saling tatap melalui Skype. "Iya sayang, besok Mas Raka harus ngisi semua kolom soalnya ya, okee? Udah belajarkan?" Saut Amanda. "Duuh tapi Mas gak sempet belajar tadi, soalnya sibuk Skype.an sama Pacarnya mas" Ucap Raka dengan wajah yang dibuatnya sedih. "Ih siapa sih pacar Mas tu kok sampe bikin Mas gak belajar?!" Timpal Amanda dengan nada yang dibuat pura pura marah. "Ya ini nih, yg manja, yang minta di Skype terus setiap hari" Ucap Raka sambil menunjuk layar Laptopnya. Memang setiap hari Amanda selalu ingin bisa melihat wajah kekasihnya walaupun hanya sebentar, dan Raka pun sama sekali tak keberatan dengan itu semua. Saat panggilan Video Skype ditutup. Amanda langsung mengerjakan tugas tugas kampusnya. sampai larut dan terjatuh tidur di meja belajarnya. Dan ketika pagi dan Amanda terbangun, Raka hilang. Tak biasanya Raka tidak mengirimkan pesan whatsapp sebelum berangkat kuliah. Pagi itu Amanda jadi merasa cemas, tapi karena hari ini dia kuliah full jadi kecemasannya pun sedikit tertutupi. Amanda melihat jam tangannya, pukul 5 sore yang artinya di Jogja tepat pukul 10 malam. langsung ia mengecek whatsapp nya dan ternyata nihil. bahkan pesannya yang ia kirimkan untuk Raka belum terkirim. Amanda seketika diselimuti kepanikan. Dan saat itulah dimulai kejatuhan Amanda hidup tanpa Raka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENDEKAP RINDU
  • The Game
  • Assalamualaikum Calon Pilot [END]
  • Regards, Natashira (END)
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • - LOVE CLASS -
  • Mas Anggaβœ”οΈ
  • Pengganti  [END]
  • Bersaing atau Bersama? Pilih Satu!
  • I love you, Mas Duda

Di tengah konflik antara keinginan orang tua dan hati nurani, Amanda, seorang mahasiswi yang penuh dengan ambisi dan cinta, menemukan dirinya terjebak dalam perjalanan yang tak terduga. Dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang mereka pilih untuknya, Amanda sudah memiliki hati yang terikat pada seseorang yang telah lama menjadi bagian dari hidupnya. Namun, dalam perjalanannya mencari jati diri dan memperjuangkan cintanya, Amanda harus menghadapi tekanan dari orang tua yang berharap agar ia mengikuti jalur yang telah mereka tentukan. Konflik batin pun tak terhindarkan ketika hati Amanda berseberangan dengan keinginan sang ayah yang keras kepala. Di tengah pergulatan antara cinta dan tanggung jawab, Amanda harus menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri untuk menghadapi segala rintangan yang menghadang. Dalam perjalanan ini, dia akan belajar tentang arti sejati dari kebahagiaan, kesetiaan, dan pengorbanan. Namun, di balik semua itu, pertanyaan besar terus menghantuinya: Akankah Amanda mampu mempertahankan cintanya dan menemukan kebahagiaannya sendiri, atau akankah ia tunduk pada tekanan orang tuanya dan merelakan hatinya untuk mengikuti jalan yang telah ditentukan untuknya? Hanya waktu yang akan menjawabnya. "Kamu jangan terlalu memanjakannya, lagian itu merupakan keputusan yang tepat untuk masa depan Amanda yang lebih baik," ibu Amanda tak habis pikir dengan suaminya. "Kau tega melihat putri mu terpaksa mencintai orang lain, apa yang kau pikirkan. Dulu kau sangat memanjakannya, bahkan tak ingin melihat dia menangis. Hanya karena dia tak sejalan arah dengan kemauanmu, lantas membuatmu terlalu dalam kecewa dengan dia? Ibu Amanda yang akhirnya tersulut emosi dengan cara suaminya. "Kau bahkan tak melihat secara dalam tatapan putri mu, yang begitu merindukan sikap hangat ayahnya. Ambisi mu membuat hatimu membeku," lanjut ibu Amanda meninggalkan ayah Amanda di ruang kerja di rumah mereka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines