My Dangereous Physcopath

My Dangereous Physcopath

  • WpView
    Reads 1,516
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 2, 2021
Key menyesali tak mengajak Lori ke minimarket atau setidaknya ia harus menggunakan mobil agar terasa cepat di perjalanan yang menguji adrenalinnya ini. Saat di perjalanan ke minimarket yang mengingat-ngingat masa kecil nya. Dimana dulu ia sangat membenci sosok badut, bahkan ia pernah menangis keras hanya karena Lori menakutinya dengan topeng badut. Bagi Key, badut adalah hal yang sangat menyeramkan apalagi ketika ia membawa sebuah kapak dengan darah diseluruh tubuhnya, argh itu benar benar pemandangan menakutkan untuk Key. Sama hal nya dengan sekarang, dihadapan Key telah berdiri seorang badut yang memegang kapak dengan darah mengotori tubuhnya. Mulanya badut itu tak mengetahui keberadaan Key, hingga ia menoleh dan mendapati Key. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Penulisan kurang tepat.
All Rights Reserved
#139
key
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KEYSA
  • Kutukan Tumbal
  • "Un" Real
  • Grayness in the silence
  • On My Mind (Fanfiction Version)
  • FATE
  • ANAIAL《TERBIT》
KEYSA

Keyla tahu betul bedanya fiksi dan realita. Di novel, tatapan mata hazel itu berarti cinta. Tapi di dunia nyata, bagi Haksa Adistira, tatapan itu mungkin hanya sekadar keramahan biasa, sama seperti caranya tersenyum pada ibu kantin atau menyapa semua perempuan di kampusnya. Berawal dari pertemuan tak sengaja di pojok toko buku, Keyla terjebak dalam labirin perasaan. Haksa itu hangat, tapi kehangatannya dibagi ke semua orang. Haksa itu perhatian, tapi perhatiannya tak pernah eksklusif. Di saat orang ketiga mulai ikut campur, Keyla tersadar, apakah dia memang pemeran utama di hidup Haksa? Atau cuma salah satu pembaca di antara kerumunan penggemar laki-laki itu? "Kak, jangan bikin aku merasa istimewa kalau cara kakak menatapku sama saja dengan cara kakak menatap dunia."

More details
WpActionLinkContent Guidelines