AURA
  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 10, 2019
Audy selalu pikirin Ranz waktu pertama ketemu. Tapi Audy nggak tahu,Ranz pikirin Audy juga atau nggak. Audy suka sama Ranz, Ranz suka juga sama Audy? Tapi mereka juga pada kejar Ranz. Ranz mau pilih yang mana? ________________________________ "Audy nggak mau ngerepotin Ranz. Audy malu sama Ranz. Jadi Audy akan lupain Ranz." Pertemuan karena sebuah kesengajaan. Tapi jangan menganggap remeh kata 'sengaja ' karena apapun Yang terjadi pasti ada campur tangan tuhan. Perlahan tapi pasti Audy sudah menyukai Ranz. Anak baru di kelasnya yang sikapnya selalu membuat Audy kesal . Namun lelaki itu juga yang membawa Audy bangkit dari segala keterpurukannya. Saat fakta bercampur halusinasi datang menyerang Audy,Timbul silih berganti. "Nanti kalo Audy pergi,Ranz jangan lupain Audy,tapi juga jangan berhanti sampe Audy aja,Ranz bisa tanpa Audy,Ranz cari yang lebih baik dari Audy. Ini permintaan Audy sama Ranz Yang terakhir." -AURA
All Rights Reserved
#26
tenfic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AURORA
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)
  • Adara
  • Converge With You [On Going]
  • BUNGKAM
  • GERA (SUDAH TERBIT)
  • Stop It, Darka! [END]
  • Me,You and the story we went through.
  • ADIRA✔ [PROSES PENERBITAN]
  • Zahra & Rakha
AURORA

"Semua peristiwa yang kita alami selama ini ternyata akan berakhir menjadi kenangan? Lalu kenapa kau dulu menyinggahi hati ini jika pada akhirnya kau pergi. Datang untuk pergi, lebih pantas ku tunjukkan padamu". Ucap Rara "Mengapa dulu diri ini terlalu bodoh? Harusnya aku bisa membedakan mana tamu dan mana tuan rumah. Jika kau dulu datang sebagai tamu, maka akan kusuguhkan teh saja. Namun kau datang berlagak bahwa kau adalah tuan rumah, maka aku menyuguhimu hati. Jangan salahkan aku jika aku salah memberi perjamuan untukmu. Tanyakan pada dirimu! Salahkah cara kedatanganmu?" Rizki hanya bisa mematung menatap wanita kuat didepannya yang sudah ia sakiti. Ia terlalu bodoh memberikan semua pengharapan kepada Rara. Sekarang semuanya sudah terjadi. Nasi telah menjadi bubur, Rizki harus terima bahwa ia akan kehilangan wanita yang benar benar tulus mencintainya. Ikuti terus kisah perjuangan cinta Rara mencapai titik puncak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines