ALMIRA
  • WpView
    Reads 215
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 29, 2020
Jika kau bukan ayahku pasti aku akan membunuhmu bangsat, jika saja tidak ada ibuku sudah aku tinggalkan rumah ini kau bukan lah ayahku tidak ada ayah yang tega berbuat hina kepada putrinya sendiri -Almira anantasya putri Kerap kali hatiku dibuat lemah Kakiku lelah untuk melangkah Bahkan ingin sekali menyerah Tapi aku tak mau kalah Karna masih banyak orang lemah Yang memiliki kisah berakhir dengan indah -Brokenhomestrong Ini hanyalah kisah seorang gadis kecil yang merasa hidupnya dipermainkan oleh semesta almira nama gadis itu dengan wajah khas orang china dan india itu memiliki daya tarik tersendiri untuk siapapun yang melihatnya Aku tau dunia ini keras tapi hidupku jauh lebih keras dan gadis ini sangat percaya dengan kata kata akan indah pada waktunya. Selamat membaca Ini cerita pertama saya
All Rights Reserved
#553
fakenerd
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • NERD GIRL OR PERFECT GIRL ✔
  • the other side
  • 27 FEBRUARI
  • Different [END]
  • BETWEEN
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Dear of Natasya

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines