CJR familly

CJR familly

  • WpView
    Reads 5,274
  • WpVote
    Votes 514
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadComplete Tue, Aug 20, 2019
"Pa, Iqbaal harus bagaimana? kenapa mama melahirkan Iqbaal dengan ketampanan ini?" Teuku Iqbaal Ramadhan (15 tahun) "Salahkan saja ketampananku yang membuat kalian ingin menjadi pacarku. Karna aku baik, aku tidak bisa menolak kalian." Teuku Aldi Siregar (17 tahun) "Bersyukurlah kalian, menjadi anak papa yang tampan nan mapan ini." Teuku Rizki Muhammad (37 tahun)
All Rights Reserved
#85
gokil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Lingga
  • [1]Menunggumu❌IDR
  • Putar Balik
  • Pria Manja (Slow Update)
  • Pengganti  [END]
  • Koordinator Cjr
  • Safa
  • Regards, Natashira (END)
  • Bersaing atau Bersama? Pilih Satu!

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines