Story cover for Via Facebook by _verliefraak
Via Facebook
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Apr 19, 2019
Fara tahu Raka sedang marah padanya. Tapi Fara tetap tersenyum pada Raka, karena Raka pun tersenyum padanya.

Fara menggeleng. Ia tak mengerti dengan sikap Raka. Masih adakah manusia yang tetap mau menyapa walau hati mereka tersakiti?

Fara tahu jawabannya. Siapa lagi kalau bukan Raka.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Via Facebook to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
PAYUNG DAN JANJI SETIA  by taennieoffc
23 parts Complete
Di tengah hujan deras di kota kecil, ada seorang lelaki muda bernama Raka yang tengah menunggu di halte bus. Dia mengenakan jas hujan lusuh dan tampak resah. Sementara itu, seorang perempuan muda bernama Lara berlari dengan panik menuju halte yang sama, menyusuri genangan air sambil memegang payung yang sudah hampir patah. Saat Lara tiba di halte, payungnya hampir tidak dapat melindungi mereka dari hujan yang semakin deras. Raka, yang tidak tahan melihat Lara basah kuyup, menawarkan payungnya yang masih dalam kondisi baik. Lara menerima tawaran itu dengan rasa syukur yang mendalam. Mereka berdua terpaksa berdiri berdekatan di bawah payung yang sama. Selama menunggu bus, mereka mulai berbincang dan saling bercerita tentang kehidupan mereka. Raka mengungkapkan rasa kekecewaannya karena dia baru saja kehilangan pekerjaan, sementara Lara berbagi tentang impian dan tantangannya dalam mengejar pendidikan. Percakapan mereka membuat keduanya merasa lebih baik, dan waktu berlalu begitu cepat. Saat bus tiba dan mereka bersiap untuk berpisah, Raka secara spontan menawarkan untuk menyimpan payung itu untuk Lara sebagai kenang-kenangan, meski Lara merasa enggan. Namun, Raka meyakinkannya bahwa ini adalah simbol janji setia mereka untuk saling mendukung di masa depan, apapun yang terjadi. Sejak saat itu, payung yang penuh kenangan itu menjadi simbol hubungan mereka yang semakin dekat. Mereka saling membantu dan mendukung satu sama lain dalam setiap langkah kehidupan, menjaga janji setia yang dimulai di bawah payung hujan.
GILANG ABRAHAM  by AfriliaLia131
6 parts Complete Mature
"ya nikah yo" kata-kata frontal yang di ucapkan laki laki di depan nya itu membuat semua orang di kelas melotot karena terkejut "Ayo gua juga lagi gabut"balas Alya tak kalah frontal nya mebuat semua orang melongo di tempat duduk nya "Kata-kata adalah doa" Kata yang pas untuk Gilang dan Alya tepat saat mereka pulang sekolah sehabis mengucapkan kata candaan itu,kabar bahwa kedua nya di jodohkan Membuat keduanya tak percaya dengan takdir,bagaimana bisa,mereka menikah di usia muda? __________________________________________________________________________________ "Kan udah halal bisa dong ya" "Nggak enak aja Lo, nggak ada gitu-gituan gw belum siap" ujar Alya ngegas "Nggak papa,nanti gua yang goyang,Lo mah tinggal desah aja ya" "Apaan sih lang Lo ko jadi mesum gini" "Nggak papa lah mesum sama istri sendiri juga,emang salah" tanyanya polos "N-ggak s-ih,tapi Tetep aja gua takut,muka Lo yang serem dingin cool mana? Ko jadi bayi gini" tanya Alya dengan muka heran "Ahhh...yaa mau itu"rengekan gilang,sembari menarik narik piama Alya "Nggak,nggak ada" balasnya dengan muka garang "Jahat"cicit gilang,sembali membalik tubuhnya, meringkuk dengan selimut tebal di badanya. _________________________________________ _________________________________________ "Kisah mereka yang awalnya seperti tom and Jerry berubah menjadi buku dan pulpen Saling melengkapi dan bila satu nya tak ada akan terasa kurang" "Hubungan tidak semuanya indah dan romantis pasti setiap hubungan memiliki masalah dan cobaan,maka dari itu kita harus bisa bersikap dewasa untuk menangani nya,semoga saja dua insan itu bisa menjalaninya tanpa ada kata pisah atau cerai"
DIKANESHA by yunnicunil
16 parts Ongoing
Lahir sebagai anak di luar nikah menjadikan hidup Nesha sejak awal dipenuhi bayang-bayang takdir yang tidak ia pilih. Kedua orang tuanya terpaksa menanggung keputusan pahit, sementara ia tumbuh dengan membawa beban yang tidak pernah ia minta. Dari kecil, Nesha belajar bahwa cinta dan komitmen bukanlah janji manis, melainkan luka yang diwariskan. Rasa takut akan keterikatan membuatnya menutup rapat hati, seolah membangun benteng tinggi agar tak ada lelaki yang bisa menyentuh ruang terdalam jiwanya. Namun, satu pengecualian. Dika. Bersama Dika, Nesha menemukan versi dirinya yang paling jujur-tanpa topeng, tanpa pura-pura. Sebuah ruang aman yang tak pernah ia rasakan bersama siapa pun. Hanya saja, sebuah keadaan memaksa Nesha dan Dika pada ikatan yang paling ia hindari-pernikahan. Sebuah janji yang selama ini menjadi ketakutannya yang paling besar. Dan kini, ia harus menghadapi kenyataan bahwa lelaki yang selama ini ia percayai, justru adalah orang yang menggenggam kunci takdir barunya. - "Bajingan! Anak setan! Binatang sialan! Dasar satwa liar! Cowok keparat! Orang cabul! Lo apain gue malem itu hah!?" - Nesha mendesis di sana. "Ya lagian, masa gue gak ngerasain apa apa abis begituan." "YA EMANGNYA LO HARUS NGERASIN APA?!" "YEE APA KEK, GAK BISA JALAN ATAU GIMANA. MASA GAK SAMA KAYAK YANG DI BUKU BUKU, LO NYA GAK JAGO KALI!" - "Gue gak bisa janjiin pernikahan yang bahagia, menurut standar Lo. Tapi gue bakal usahain, jadi rumah buat Lo pulang. Rumah yang aman buat Lo tinggal, rumah yang nyaman buat Lo berbagi, susah ataupun senang." "Mau ya nikah sama gue?"
You may also like
Slide 1 of 9
AREGA || SUDAH ENDING [Proses Revisi] cover
Dirava (Dira, Rara, Arva). cover
BENCI- Benar Benar Cinta cover
Suamiku Amnesia (REPOST) cover
PAYUNG DAN JANJI SETIA  cover
GILANG ABRAHAM  cover
ArKa (End) cover
DIKANESHA cover
Diary Raka [Selesai] cover

AREGA || SUDAH ENDING [Proses Revisi]

28 parts Complete

Arega menatap Fara yang duduk disebelanya. Gadis itu terlihat asik menikmati keindahan danau dengan sesekali melempar batu kecil ke dalam danau hingga menimbulkan bunyi 'plung' "Ra" panggil cowo itu. Gadis bernama Fara itu hanya menoleh tanpa berniat menjawabnya. Merasa tidak ada sahutan Arega memanggilnya lagi, "Faraa" panggilnya untuk yang kedua kalinya. Kali ini terdengar seperti keluhan dari nada bicaranya. Fara berdecak lalu menatap kesal cowo itu, "Apa sih, Arega?!" Dia jadi ikutan kesal karena Arega terus memanggil namanya berulang kali. Yang ditanya malah kembali diem sesaat sebelum suara besar itu kembali bersuara dan membuat Fara terdiam lama, "Kalau gue suka lo, gimana, Ra?"