AKSARA
  • WpView
    Reads 235
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 12, 2019
Written by : @aishybear --- Bahwa kita pernah bersama, pernah bahagia sebelum terpisah masa. Saat dirimu pernah menjadi setitik kebahagiaan di hati kecilku. Saat-saat dimana kita pernah tertawa lepas sambil memakan es krim diatas komidi putar. Kemudian kamu pergi, menghilang bak ditelan bumi, dicerna bersama lava di dalam sana. Dan aku? Aku belajar untuk baik-baik saja. Tersenyum riang mengukir harapan yang perlahan kikis saat kau tak kunjung kembali. Dan entah bagaimana caramu, kau pulang, berdiri di hadapanku hanya untuk mengatakan. "Lupakan semuanya." Disitulah aku terisak, akan egoisme mu yang membuatku mati rasa. -Merysa Valerie
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KEANSHA [Hiatus]
  • RAJAWALI
  • ALEAGAS [END]
  • Kalevi
  • dimana janji tersebut
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • [✓] The Right Heartbeat
  • Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]
  • Rintik Hujan

CERITA INI HIATUS note: kemungkinan besar cerita ini akan di tutup. "Orang-orang diluar sana mengira, aku adalah berlian di dalam istana yang megah dan mewah. Padahal kenyataannya, aku hanyalah kerikil kecil di jalanan yang berlumpur." -Keandra "Jika hujan, manusia perlu payung untuk berteduh supaya tidak basah. Maka dari itu, aku siap menjadi payungmu. Aku akan menjadi salah satu orang yang menarikmu keluar dari jalanan berlumpur itu." -Asha Keandra Arenald. Nama yang bagus bukan? Berbeda dengan hidupnya. Remaja rapuh yang tak henti-hentinya bersahabat dengan luka. Seolah-olah dunia senang bermain-main dengan hidupnya yang lebih dari kata pedih. Berapa lama lagi ia harus menunggu, kebahagiaan itu datang? Berkali-kali ia berpikir untuk menyerah. Namun ia tau, "sia-sia" itu tidak ada. Jika gagal, maka keberhasilan itu belum waktunya. "Trauma memang tak bisa hilang sepenuhnya, tapi rasa takut masih bisa dilawan. Jika terus diam bersama segala ketakutanku, maka aku akan tertinggal. Kita pernah melewati hujan badai. Lantas, mengapa kita harus takut pada rintik gerimis kecil?" -Asha "Asha, ayo bangkit dan terus berlari supaya masalah itu tertinggal. Jika lelah, kita bisa istirahat. Kalau kamu tidak mampu menampung semuanya, menengoklah ke belakang. Aku ada di belakangmu. Dan aku akan menampung sedihnya untukmu." -Keandra Keberuntungan untuk Asha bisa dipertemukan dengan lelaki seindah Keandra. Hidup dipenuhi memori buruk masa lalu sungguh tidak nyaman. Ia pernah mendengar, kata orang jangan pergi sebelum dipanggil. Ia pikir, ia tidak mempunyai alasan untuk bertahan. Namun sekarang, ia punya alasan itu. Keandra Arenald. "Jangan takut, ada aku." -Keandra "Sama-sama rapuh, namun berusaha untuk saling merangkul dan menguatkan." -KeanSha Usahakan Vote and Follow sebelum baca KEANSHA Dibuat oleh 2 author yaitu : @rhsky and @lyzelziaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines