Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
Real love

Real love

  • WpView
    Leituras 21
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, jan 7, 2020
WpInfo
Fanfic
Enhypen
"Ketika kita khawatir kepada seseorang apakah kita bisa mendeskripsikan itu cinta? Ketika kita memberikan seseorang itu perhatian apakah juga bisa deskripsikan itu cinta?"sanggah pria itu dan kembali meneguk latte hangatnya. Perempuan itu hanya terkekeh "tidak. Tidak semua perhatian itu bisa diartikan dengan cinta. Kita bisa memberikan perhatian kepada siapa saja yang kita kehendak. Hanya saja sekarang kau sedang bingung dengan perasaanmu, apa itu hanya sekedar perhatian atau lebih dari itu? Kau hanya sedang mencoba meyangkalnya, menyangkal perasaanmu itu" katanya seraya tersenyum. "Ada apa dengan kalian semua? Aku benar-benar bingung" pria itu tiba-tiba bangkit dari duduknya dan meraih jaket yang dia lampirkan dikursinya. Moodnya tiba-tiba hilang begitu saja. "sebaiknya aku pergi daripada mendengar omong kosong kalian" Sungguh dia ingin segera meninggalkan tempat ini. "kau akan menyadarinya nanti" Pria itu menghentikan langkahnya tanpa menoleh. "Ketika dia tak ada disisimu. Ketika dia pergi, jauh dari jangkauanmu. Ketika kau dilanda rindu yang sangat terdalam, menahan sakitnya merindukan seseorang. Saat itulah kau baru sadar bahwa kau memang mencintainya" Entah kenapa tiba-tiba dadanya terasa sakit mengingat jika dia benar-benar akan pergi meninggalkannya.
Todos os Direitos Reservados
#89
enemy
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • VINDEYLI
  • Three Idiot Girls  ✔
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • THE CLIMB [Completed]
  • PLUTO
  • Because I'm Stupid (End)
  • Is LOVE
  • Penantian
  • Keano
VINDEYLI

"K0nt0l lo" Karena kesal gadis itu keceplosan dan mengeluarkan kata kasar itu. Dia menatap Vinder takut takut. "Mau gue jahit mulut lo?" Nyali gadis itu ciut melihat Vinder yang menatapnya tajam. "Cewek ngomong kasar lo kira keren?" Gadis itu hanya diam. Kesal. Kata itu menggambarkan hati gadis yang sedang bersama Vinder saat ini. Dia ingin dibujuk. Dia ingin agar Vinder membujuknya dan memperhatikannya. "Mau ikut ekskul" cicitnya. "Dari tadi ekskul mulu. Yang laen aja nanti gue bolehin" "Yaudah mau balapan" jawab gadis itu antusias. "Gue patahin kaki lo, mau?" "Ihh, katanya dibolehin gimana sih" "Yaudah silahkan, jangan salahin gue kalo gue cepuin ke papi lo ya sayang" ucap Vinder. _______ "Gue udah pasrah, terserah mereka mau ngomong apa tentang gue, gue udah biasa kok disalahin terus sama mereka. Gue mau nyerah, mau gue jelasin gimana pun ke mereka tetap aja mereka ngga bakal percaya" ucap gadis itu mulai menangis. "Lo ngga boleh nyerah, kita cari sama-sama ya jalan keluarnya?, lo ngga boleh biarin mereka nyalahin lo terus lo- "Tapi ini emang salah gue hiks, gue yang udah bikin dia trauma hiks. Ini salah gue, hiks ini emang salah gu- Cowok itu berteriak, "INI BUKAN SALAH LO!, ini bukan salah lo sayang" ucapnya sambil mengelus kepala gadis itu. "Lo ngga boleh nyerah, inget sama tujuan kita semua. Kita semua sayang sama lo" Ingatlah, masalah dan cobaan yang datang itulah yang menjadikanmu kuat.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo