We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Sesaat yang Abadi

Sesaat yang Abadi

  • WpView
    Reads 364
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 7, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Kisah ini bercerita tentang sebuah hubungan jarak jauh yang dilakukan oleh Alita, gadis biasa yang bisa dibilang jauh dari sorotan public karena tidak mempunyai paras yang istimewa, dan Farhan, laki-laki yang selalu tersorot public karena menjadi sosok public figur yang diidam-idamkan banyak wanita. Dengan segala resiko yang ada, Alita siap menerima apapun yang akan terjadi, begitupun Farhan. Kisah ini adalah sebuah kisah nyata yang ditulis berdasarkan persetujuan kedua belah pihak. Kisah ini ditulis untuk menjadi bukti, bahwa terkadang ada cerita sesaat yang akan terekam abadi di dalam ingatan kita.
All Rights Reserved
#266
kepercayaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Just Be Friends: Heart to Heart
  • Dear Julian: The Boy Next Door
  • Kata Hati
  • my favorite person
  • Long Distance Relationship
  • Senja Terakhir : Luminous
  • Darling atau Daring?
  • Ten Thousand Miles
  • BEST FRIEND (HIATUS)
  • jangan pernah mencintaiku lagi

Setelah melewati banyak hal bersama, Tristan dan Alethea mengira bagian tersulit dari hubungan mereka telah selesai. Ternyata, hidup setelah itu tidak sesederhana yang mereka bayangkan. Ketika rutinitas berubah, dunia mereka meluas, dan hari-hari tak lagi berjalan berdampingan, mereka mulai belajar bahwa mempertahankan sesuatu tidak selalu berarti menggenggam lebih erat. Dalam sekuel dari Just Be Friends ini, kisah mereka berlanjut. Bukan lagi tentang saling menemukan, melainkan bagaimana mereka menghadapi perubahan yang datang setelahnya. Di tengah waktu yang terus bergerak, pertemuan baru, dan hal-hal yang tak pernah mereka rencanakan, mereka dihadapkan pada satu kenyataan yang tidak pernah diajarkan siapa pun: bagaimana jika mencintai saja ternyata tidak selalu cukup?

More details
WpActionLinkContent Guidelines