Mengetuk Hati Seorang Hafidz

Mengetuk Hati Seorang Hafidz

  • WpView
    Reads 8,701
  • WpVote
    Votes 530
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 23, 2020
WpInfo
Fiction
Social Themes
Bagaimana jadinya ketika gadis berandal berubah dan mengejar cinta seorang hafidz qur'an yang tampan, pintar, soleh, dan banyak di kagumi gadis di sekolahnya. Dapat kah Ia bersama dengan lelaki itu? Muhammad Girban Al-Ahzan, seorang lelaki yang menjadi terkenal ketika pindah ke SMA Bangsa, selain tampan dia juga hafidz qur'an,sehingga banyak wanita yang ingin menjadi istrinya Anissa Permata Akbar , seorang gadis berandalan yang hidup bersama neneknya,sebab orang tua nya sibuk dengan pekerjaan mereka, kekerasan sudah menjadi ciri Assalamualaikum,,, teman teman ini karya pertama ku semoga suka,semoga bisa bermanfaat Ana uhibuka fiilah
All Rights Reserved
#396
mencintaidalamdiam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ASA (Lengkap/TERBIT)
  • Kekuatan Do'a
  • Merindukan mu dalam diam [Revisi]
  • Assalamualaikum Pak Ustadz
  • ANTARA CINTA DAN TAKDIR
  • tasbih cintaku
  • The Girl Who Made Me Sujud
  • Kutemukan Cinta Di Tanah Suci
  • HIJRAH DAN HATI YANG BERGETAR
  • Mahligai Cinta [END]✓

Asa menatap sendu sang Mama, perlahan tangannya menggenggam Lita sang Ibunda. "Asa lelah, Ma. Seperti halnya nama Asa, yang berarti harapan. Asa memiliki satu harapan untuk Mama. Asa pengen Mama bangun dari koma, di saat Asa sedang putus asa dan yang lain pergi dari Asa, Asa ingin di peluk Mama, kaya temen-temen yang lain." kata Asa untuk Mama Litania. * "Gak apa-apa kalo Papa gak selalu ada dan gak anggep Asa sebagai anak Papa. Tapi satu hal yang harus Papa tau, kalo Asa sayang... banget sama Papa." jedanya lalu menundukkan kepala menatap sepatunya. "Papa adalah pahlawan terbaik dalam hidup Asa. Bagaimana pun keadaannya, Papa tetap pahlawan terhebat dalam hidup Asa." kata Asa untuk Papa Galang. * ''A-Asa titip salam say-yang un-tuk Ma-ma ... Pa-pa d-dan Ba-Bang Ad-am.'' lirih Asa dengan suara bergetar. Alzan menggeleng kuat mendengar ucapan Asa, ''Kamu bisa sampein langsung semua akan baik-baik aja, kamu jangan bicara dulu ya?'' desak Alzan merasa takut. Asa tersenyum mendegar ucapan Alzan. ''G-Gus Al, to-tolong b-bimbing As-sa.'' lirih Asa pelan dengan suara terputus-putus. Mata Alzan terpejam kuat mendengar permintaan Asa. ''G-Gus ... '' lirih Asa sangat pelan. Alzan membuang napas nya perlahan lalu menguatkan hatinya menatap Asa yang tersenyum dengan darah yang terus mengalir di bagian kepala, wajah dan bagian lainnya. "Ikutin saya, Ya? Ayshadu An-la ilaha illallah ..." "Ayshadu An-la ilaha illallah ... " lirih Asa. "Wa Ayshadu Anna Muhammada Rasulullah." "Wa-Wa Ayshadu An-na Mu-muhammada Rasulul ... lah ..." ucap Asa sangat pelan sebelum akhirnya ia menghembuskan napas terakhirnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines