DETAK
  • WpView
    Reads 146
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 21, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Hanya perlu 7 detik untuk jatuh cinta. Detik pertama, mengamati siluet keseluruhannya. Kedua, menatap matanya. Ketiga, lihat ekspresi wajahnya. Keempat, cek senyumnya. Kelima, lihat gayanya bergerak. Keenam, cek apa ada getaran yang melanda perut kemudian dada, menandakan diri lo tertarik. Ketujuh, yang paling penting, kontak mata, seolah meyakini bahwa pertemuan ini tak terelakkan dan memang direncanakan oleh Takdir. Dan ini lah 7 detik awal pertemuanya Dan detak yang dirasakan selanjutnya -DD
All Rights Reserved
#3
pendiem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nadi Membenci Hati
  • fortnight (completed)
  • TITI(K)ISAH
  • Farellio's [SELESAI]
  • [END] Blind Rainbow
  • playlist (completed)
  • Jatuh Hati
  • KASIH untuk BAYU
  • my baby girl (completed)
  • 0°Celcius [End]

Namanya juga sudah cinta, menjadi gila pun tak mengapa. Nadi nekat mendaftar ke sekolah teknik demi satu alasan. Fatir. Cowok yang diam-diam dia suka sejak SMP. Tanpa pikir panjang, Nadi mengikuti jejaknya. Masalahnya, di kelas barunya, dia satu-satunya cewek di antara sekumpulan cowok dengan energi berlebih dan selera humor yang kadang bikin geleng-geleng kepala. Awalnya, Nadi kesulitan beradaptasi. Akan tetapi, lambat laun, dia mulai menikmati hari-harinya. Terutama karena bisa lebih dekat dengan Fatir. Usahanya tidak sia-sia. Setelah beberapa bulan, Fatir akhirnya meliriknya dan mereka mulai dekat. Nadi pikir perjuangannya selesai. Nyatanya, Fatir bukan cuma pacarnya. Cowok itu juga pacar orang lain. Fatir punya sistem yang unik. Dia punya pacar untuk setiap hari dalam seminggu dan Nadi mendapatkan hari Sabtu. Awalnya, Nadi menutup mata, pura-pura tidak peduli, asalkan tetap bisa bersama Fatir. Namun, lama-kelamaan, Nadi mulai bertanya pada dirinya sendiri. Apakah cinta seharusnya dibagi? Ataukah dia hanya sedang mempertahankan sesuatu yang seharusnya dia lepaskan? Sekarang, Nadi harus memilih. Tetap menjadi "Pacar Sabtu" atau pergi dan menemukan dirinya sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines