Alvino Untuk Afiya

Alvino Untuk Afiya

  • WpView
    Membaca 69
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Agt 22, 2019
Jangan paksakan cintamu untuk orang sepertiku Karna masa laluku bisa menyakitimu Kumohon jangan tinggalkan aku. Maafkan aku Aku membutuhkanmu seorang yang bisa mengerti dan menlengkapi diriku ini Maafkan aku yang telah menyakitimu Ini bukanlah salahmu Ini sebuah kebodohanku Kumohon kembalilah Balas diriku ini Perlakukanlah aku sesukamu Tapi, kumohon jangan hentikan aku tuk mencintaimu dan menyayangimu Fiya. -Alvino Diriku ini takkan menyerah begitu saja untuk mendapatkan sebuah cinta dan rasa sayang yang sejati Termasuk untuk dirimu Aku kan selalu memberimu sebuah rasa cinta dan sayang yang sejati dan tulus dari hatiku. Mengapa bisa serumit ini Kau yang satu-satunya kumiliki kini telah pergi Maafkan masalaluku Jika jauh dariku membuatmu nyaman Maka, biarlah aku pergi Jika itu yang bisa membuatmu jauh lebih baik Vino. -Afiya
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#300
alvino
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Don't Talk About Money
  • RION IS MY MANTAN!
  • Tentang Kita (On Going)
  • "SEBUAH RASA" (AliandoPrilly)
  • Bright
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • One Heart (Very Slow Update)
  • Biar Aku ✓ [Completed]
  • • EUTANASIA •
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan