MATA BATIN

MATA BATIN

  • WpView
    LECTURI 107
  • WpVote
    Voturi 6
  • WpPart
    Capitole 3
WpMetadataReadÎn curs de desfăşurare
WpMetadataNoticeUltima publicare mar, mai 7, 2019
Apa yang kamu rasakan jika tiba - tiba kamu bisa melihat makhluk astral? Dan kamu harus menyelamatkan orang - orang dari serangan makhluk astral. Itulah yang di alami Ghege. Gadis cantik yang hidupnya seketika berubah saat sadar bahwa mata bathin nya tiba - tiba terbuka dan tertutup dengan sendirinya. Ghege sering bertingkah aneh dan sering dianggap gila oleh teman nya ketika mata bathin nya terbuka. Dia pun akhirnya memutuskan untuk mencari tau penyebabnya. Saat dia mencoba mencari tau penyebabnya, dia harus terjebak dalam petualangan menyelamatkan orang orang yang akan mendapatkan serangan makhluk astral dan orang orang jahat yang menggunakan ilmu sihir. Bagaimanakah kisah perjuangan Ghege dalam melawan makhluk astral dan bagaimana dia menemukan penyebab kekuatan supranatural nya? Ikuti terus kisah nya.
Toate drepturile rezervate
#4
matabathin
WpChevronRight
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • Cerita Malam Jum'at
  • Dua Dimensi
  • How to Survive
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • Reinkarnator (Aqulia)
  • Magicia Lovu(✔️)
  • HATRED
  • AFIKA [ END✔ ]
  • BOUND

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut