Story cover for MATA BATIN by WahyuAlbantani
MATA BATIN
  • WpView
    LECTURAS 107
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 3
  • WpView
    LECTURAS 107
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 3
Continúa, Has publicado abr 21, 2019
Apa yang kamu rasakan jika tiba - tiba kamu bisa melihat makhluk astral? Dan kamu harus menyelamatkan orang - orang dari serangan makhluk astral.

Itulah yang di alami Ghege. Gadis cantik yang hidupnya seketika berubah saat sadar bahwa mata bathin nya tiba - tiba terbuka dan tertutup dengan sendirinya. 

Ghege sering bertingkah aneh dan sering dianggap gila oleh teman nya ketika mata bathin nya terbuka. Dia pun akhirnya memutuskan untuk mencari tau penyebabnya.

Saat dia mencoba mencari tau penyebabnya, dia harus terjebak dalam petualangan menyelamatkan orang orang yang akan mendapatkan serangan makhluk astral dan orang orang jahat yang menggunakan ilmu sihir.

Bagaimanakah kisah perjuangan Ghege dalam melawan makhluk astral dan bagaimana dia menemukan penyebab kekuatan supranatural nya? Ikuti terus kisah nya.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir MATA BATIN a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  de DianYustyaningsih
93 partes Concluida
Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.
In The Grip Of Darkness ( END ) de saannnnn05
38 partes Concluida
Setelah kematian tragisnya, jiwa Elsa terperangkap dalam sebuah artefak kuno yang menyimpan rahasia kelam dan kekuatan luar biasa. Setiap kali seseorang menjamah objek itu, mereka diselimuti oleh bayangan emosional Elsa-cinta yang mendalam, kesedihan yang tak tertahankan, dan harapan yang bergetar di antara dunia hidup dan mati. Ketika Devin, yang masih terjerat dalam kegelapan duka, secara tidak sengaja menemukan artefak itu di loteng yang terabaikan, ia terperangkap dalam gelombang kenangan dan kehadiran Elsa yang menghantuinya. Dalam pertempuran antara rindu dan keinginan untuk melepaskan diri dari bayang-bayang masa lalu, Devin merasa terpaksa untuk menggali misteri di balik artefak itu dan mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas kematian Elsa yang masih menyimpan banyak teka-teki. Namun, Dinar, adik tiri Elsa yang terlihat polos namun menyimpan ambisi tersembunyi, memiliki agenda gelap untuk mendapatkan kekuatan artefak tersebut demi kepentingannya sendiri. Dengan pengetahuan akan rahasia yang terpendam, Dinar bertekad untuk tidak membiarkan siapa pun, termasuk Devin, menghalangi jalan menuju ambisi yang mengancam. Di tengah tarik ulur antara cinta dan pengkhianatan, Elsa berjuang melawan kegelapan yang mengancam untuk menghancurkan orang-orang terkasihnya, sambil mencari jalan untuk membebaskan dirinya dari belenggu artefak yang penuh misteri. Akankah Elsa mampu melindungi Devin dan mengungkap kebenaran kelam di balik kematiannya? Ataukah Dinar akan meraih kendali atas kekuatan yang pernah dimiliki Elsa? Dalam "In The Grip Of Darkness," cinta abadi dan misteri kelam bersatu, mengungkap bahwa batas antara hidup dan mati tak selalu jelas, dan rindu yang terperangkap dapat mengubah takdir selamanya. Cerita ini murni hasil pemikiran author ya awas aja ya lo kalo ke-gep plagiatin cerita guee . gue sumpahin lo bisul sebadan badan !!!! selamat membaca sayang sayangkuuu...
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  cover
Indigo (HIATUS) cover
Cerita Malam Jum'at cover
ALSTARAN [END] cover
In The Grip Of Darkness ( END ) cover
AFIKA [ END✔ ] cover
[Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT] cover
BOUND cover
Magicia Lovu(✔️) cover
GADIS (Lengkap belum revisi) cover

PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)

93 partes Concluida

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.