Aksara Yang Tersampaikan

Aksara Yang Tersampaikan

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 22, 2019
Aku Nuza Seorang gadis yang keseharian selalu berkutat dengan deretan angka, dia mencari pelarian dari kepenatan itu semua. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis yang bisa menjadi pelariannya dari seluruh kepenatannya. Di dalam sini hanya ada sebagian kata-kata yang memenuhi otak ini. Aku berharap kata-kataku yang masih jauh dari kata sempurna bisa menjadi inspirasi bagi kehidupan kalian. Agar hidup ku sedikit lebih berguna dari sebelumnya.
All Rights Reserved
#404
bandung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ABIAN HALA
  • Because You..
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • Sempurnakan Cinta ✓
  • See What I Think [TERBIT]
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya
  • Tangisan Hati (Completed, Cacat Logika)
  • LAKSADEKA

Hembusan angin menyapu lembut rambut panjang milik Hala yang ia biarkan tergerai begitu saja. Napasnya tenang namun tidak dengan perih di ulu hatinya yang membuat ia hanya mampu duduk diam sambil memeluk kedua lututnya. Berharap akan ada sebuah pelukan yang datang untuk menghangatkannya. Kisah kelam itu sudah berlalu sekitar setengah tahun yang lalu, tapi seolah kisah itu begitu betah menjadi parasit di dalam kehidupannya. Yang selalu dan terus menerus Hala rasakan ialah mengenai rindu dan rasa ingin bertemu. Rasanya ia belum cukup menikmati waktu yang Tuhan jatahkan untuk mereka bisa saling mencintai dan membersamai. "di agama kita gak ada reinkarnasi, tapi aku terus berdoa supaya ketemunya di mimpi, tapi mimpi pun bukan bagian dari kekuasaan aku ataupun kamu. Jadi kapan kita akan bener-bener ketemu? Malam ini? Besok? Lusa?" Setitik air mata jatuh membuat isakan Hala kembali terdengar. Suara pintu yang terbuka lalu pelukan yang berasal dari belakangnya membuat isakan Hala kian membesar. Pelukan memang, tapi bukan orang ini yang ia harapkan. Karena memang sebenarnya ia tidak akan pernah merasakan pelukan itu lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines